Metro Pekalongan

Ratusan Santri Bersih-Bersih Kali Loji

Santri bersih Kali Loji

PEDULI LINGKUNGAN – Para santri bersama sejumlah elemen, baik TNI, Polri, Pemda, Satpol PP, BPBD, komunitas pecinta lingkungan, dan relawan melakukan aksi bersih-bersih Kali Loji, dalam kegiatan Santri Peduli Lingkungan dalam rangka Gebyar Hari Santri 2018 di Kota Pekalongan, Jumat (19/10).
WAHYU HIDAYAT

KOTA PEKALONGAN – Ratusan santri dari berbagai pondok pesantren di Kota Pekalongan melakukan aksi bersih-bersih Kali Loji, Jumat (19/10) pagi. Kegiatan ini bertajuk “Santri Peduli Lingkungan”, dan merupakan bagian dari rangkaian “Gebyar Hari Santri Nasional Kota Pekalongan Tahun 2018”.

Sedikitnya 350 santri itu melakukan resik-resik bersama anggota Polri dari Polres Pekalongan Kota, anggota TNI dari Kodim 0710/Pekalongan dan Pos TNI AL Pekalongan, BPBD, Satpol PP, Lingkungan Hidup, perwakilan OPD Pemkot Pekalongan, Komunitas Peduli Kali Loji, dan para relawan lainnya. Mereka bergotong royong membersihkan sampah di permukaan sungai maupun sepanjang bantaran sungai.

Kegiatan diawali dengan Apel Santri di halaman Mapolres Pekalongan Kota. Tampak hadir pula di kegiatan ini, Wali Kota Pekalongan M Saelany Machfudz, unsur forkompinda, serta Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan yanga juga pengasuh Ponpes Al Mubarok Medono, KH Zakaria Anshor.

Wali Kota M Saelany Machfudz mengapresiasi adanya kegiatan tersebut. “Ini salah satu bakti masyarakat, khususnya kalangan santri, bersama segenap elemen. Mudah-mudahan ini dilaksanakan rutin terus menerus tidak sebatas seremonial semata. Kebetulan saya juga dari pesantren, ke depan akan kita gerakkan kegiatan semacam ini oleh para santri,” katanya.

Ketua Panitia Gebyar Hari Santri Nasional (HSN) Kota Pekalongan 2018, Kiai Abdul Kholid Ma’rufi, menjelaskan kegiatan tersebut salah satu wujud kepedulian para santri kepada lingkungan. “Agar kebersihan tidak hanya sekadar slogan tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata. Ini merupakan rangkaian agenda peringatan Hari Santri Nasional 2018. Maulana Habib Luthfi juga ingin agar santri tidak sendirian, tetapi terintegrasi dengan TNI dan Polri, untuk mewujudkan kekuatan bangsa ke depan agar semakin bersatu dan kuat,” ungkapnya.

Ma’rufi menambahkan, selain Santri Peduli Lingkungan, HSN 2018 di Kota Pekalongan juga dimeriahkan dengan jalan sehat kebangsaan, seminar multimedia, festival PAUD Islami, istighosah, serta pentas seni santri.

Pada Senin (22/10) akan digelar Jalan Sehat Kebangsaan sekaligus Deklarasi Antiradikalisme. Jalan sehat ini akan mengambil start pada pukul 06.00 WIB di Lapangan Mataram, kemudian melewati rute Jalan Wilis-Jalan Sriwijaya-Jalan Slamet-Jalan Kurinci-dan finish di Lapangan Mataram. Lalu pada Selasa (23/10) mulai pukul 08.00 WIB akan diadakan Seminar Multimedia dengan tema “Peluang dan Tantangan Santri di Era Digital”, bertempat di Ruang Amarta, Setda Kota Pekalongan. Seminar ini akan menghadirkan sejumlah narasumber, diantaranya Mussofa Basyir MA, Hamzah Sahal, dan Abdul Wahab.

Selanjutnya pada Rabu (24/10) mulai pukul 08.00 WIB digelar Festival PAUD Islami, diikuti sejumlah lembaga PAUD se-Kota Pekalongan, bertempat di Kantor Dinas Pendidikan Kota Pekalongan. Kegiatan berikutnya adalah berupa istighosah dan pentas seni santri, yang akan dilaksanakan pada Kamis (25/10) malam, mulai pukul 19.30 WIB, bertempat di Lapangan Mataram. Kegiatan ini akan dimeriahkan dengan penampilan Veve Zulfikar, Al-Munsyidin, Dervishe Pekalongan, puisi santri, serta lalaran Aqidatul Awam. (way)

Facebook Comments