Radar Kajen

Ponpes Darul Arqom Fasilitasi Santri yang Kurang Mampu

Ponpes Darul Arqom

WISUDA – Wisuda mahasantri Ma’had ‘Aly Tahfidzul Quran Darul Arqom Kampil, Wiradesa.
EKA ISDITYA

Ma’had ‘Aly Tahfidzul Quran Darul Arqom Kampil Wiradesa mengembangkan pendidikan berbasis tahfidzul quran bagi mahasantri dengan latar belakang keterbatasan ekonomi. Seperti apa? EKA ISDITYA, Wiradesa

Ma’had ‘Aly Tahfidzul Quran Darul Arqom merupakan salah satu pondok pesantren berbasis tahfidzul quran yang berlokasi di Desa Kampil Kecamatan Wiradesa. Berdiri sejak tahun 2011 silam, Ponpes Darul Arqom terus berupaya konsisten membina para santri lulusan pondok pesantren di tingkat SMA/MA untuk melanjutkan pendidikan dengan fokus hafalan Alquran 30 juz.

Dengan membawa visi menyiarkan dan menanamkan nilai-nilai Alquran di tengah masyarakat, Ponpes Tahfidzul Quran Darul Arqom kini telah memiliki beberapa santri yang tidak hanya berasal dari Pekalongan melainkan juga dari beberapa daerah seperti Jawa Timur, Lampung, Jambi, serta beberapa di wilayah Sumatera.

Salah seorang pengelola sekaligus menjadi Musrif Tahfidz, Muhammad Furqon, menuturkan pendidikan yang ditekankan di Ponpes Darul Arqon adalah terkait Tahfidzul Quran atau kemampuan menghafal Alquran. “Disini memang kami lebih menekankan untuk tahfidz, walaupun memang tetap ada pelajaran lain seperti Fiqih, Akidah, Bahasa Arab, serta Tsaqofah,” imbuhnya.

Dalam melaksanakan pembelajaran tahfidz, pihaknya juga menekankan tajwid dan tahsin dalam membaca Alquran dengan menggunakan metode matan jamzury dan jazary.

Menjadi pondok pesantren yang tidak memberikan beban finansial kepada para mahasantrinya, pihaknya mengaku menerima bantuan dari beberapa donatur, muhsin, serta aghniya’ yang selama ini membantu pembiayaan kegiatan operasional di Pondok Pesantren Darul Arqom ini. “Untuk santri memang tidak kami pungut biaya. Baik itu untuk kegiatan pondok, sampai dengan konsumsi alhamdulillah kami bisa menggunakan dana dari donatur,” ujarnya.

Tak hanya mencetak generasi penghafal Alquran, melalui pendidikan di Ponpes darul Arqom, pihaknya juga ingin melahirkan para santri yang siap meneruskan dakwah dan syiar Islam. “Alhamdulillah biasanya para lulusan sini sering mendapat panggilan untuk mengajar di ponpes lain, beberapa ada dari Pekalongan, Batang dan yang lainnya,” ungkapnya.

Dalam menajalani aktivitasnya, para santri rutin menggelar kegiatan pembelajaran, halaqah atau setor hafalan, hingga muroja’ah mandiri untuk terus mengasah kemampuan hafalan tiap-tiap mahasantri.

“Kuota mahasantri kami memang terbatas, jadi kami utamakan calon-calon yang berlatar belakang memiliki keterbatasan ekonomi dan tentunya memiliki semangat juang yang tinggi,” kata dia.

Di tahun ajaran baru 2018/2019 ini, pihaknya tengah merancang perluasan pondok dan berencana ingin membuka kelas tahfidz untuk para mahasantri putri. “Insya Allah nanti kita masih berencana untuk perluasan pondok, dan untuk lokasinya masih di lingkungan ponpes putra,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments