Radar Kajen

Piye Kiye, 104 Honorer K2 di Kota Santri Tak Bisa Ikut CPNS

Piye Kiye, 104 Honorer K2 di Kota Santri Tak Bisa Ikut CPNS

AUDIENSI – Perwakilan dari FKWB Kabupaten Pekalongan saat beraudiensi denga Komisi D DPRD Kabupaten Pekalongan, Senin (30/7) lalu.
TRIYONO

KAJEN – Dari 113 tenaga Honorer Kategori II (Honorer K2) di Kabupaten Pekalongan, hanya 9 orang dapat mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018. Sebab, 104 tenaga honorer di Kabupaten Pekalongan terbentur persyaratan pendaftaran seleksi CPNS, di antaranya batas maksimal usia 35 tahun.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Pekalongan Totok Budi Mulyanto, mengatakan, dari 113 tenaga honorer K2 di Kota Santri, hanya 9 orang yang memenuhi syarat untuk mengikuti CPNS. “Yang lain terbentur pada peryaratan pendaftaran,” kata Toto, kemarin.

Dijelaskan, sesuai dengan Permenpan RB No 36 Tahun 2018, tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil dan Pelaksanaan Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2018, persyaratan pelamar di antaranya: usia paling tinggi 35 tahun pada tanggal 1 Agustus 2018, masih aktif bekerja secara terus-menerus sampai sekarang; bagi Tenaga Pendidik minimal berijazah Strata 1 yang diperoleh sebelum pelaksanaan seleksi Tenaga Honorer Kategori II pada tanggal 3 November 2013; bagi Tenaga Kesehatan minimal berijazah Diploma III yang diperoleh sebelum pelaksanaan seleksi Tenaga Honorer Kategori II pada tanggal 3 November 2013; memiliki tanda bukti nomor ujian Tenaga Honorer Kategori II Tahun 2013, dan memiliki Kartu Tanda Penduduk.

Sedangkan kuotanya, ada dua formasi untuk tenaga Honorer K2 di Kabupaten Pekalongan yang siap diperebutkan 9 orang yang memenuhi persyaratan tadi.

Seperti telah dijelaskan Totok Sebelumnya, bahwa ada 389 formasi seleksi CPNS 2018 di Kabupaten Pekalongan. Jumlah tersebut meliputi 247 tenaga pendidikan, 68 tenaga kesehatan, 72 tenaga teknis, dan 2 formasi khusus untuk tenaga honorer kategori II (Honorer K2).

“Alhamdulillah, kita mendapat kuota cukup banyak,” kata Totok.

Sebelumnya, pihaknya telah mengusulkan 419 formasi ke Kemenpan RB hingga ditetapkan kuota 389 formasi CPNS untuk Kabupaten Pekalongan. “Besok (hari ini) akan kita umumkan. Pengumuman pembukaan seleksi CPNS dilakukan secara serentak se Indonesia,” tambahnya.

Menurutnya, pembukaan seleksi CPNS 2018 ini sangat baik untuk kepegawaian Pemda, mengingat selama ada moratorium CPNS, hampir 300 ASN memasuki masa purna tugas setiap tahunnya. Sehingga dapat meringankan kebutuhan pegawai di Kabupaten Pekalongan.

Dikatakan, per Juni 2018 ini jumlah ASN di Kabupaten Pekalongan ada 8.796. Jumlah tersebut terus mengalami perubahan seiring masuknya masa purna tugas beberapa pegawai.

Totok menegaskan, pada proses seleksi CPNS kali ini akan diberlakukan tes berbasis komputer atau Computer Assisted Test (CAT). CAT, terang Totok, akan memerlihatkan hasil atau nilai ujian sesaat setelah ujian dilaksanakan.

“Nanti akan pakai CAT semua. Nah, ini makanya masyarakat harus tahu bahwa sekarang ini penerimaan CPNS sudah tidak seperti dulu. Begitu ada CAT, tombol soal terakhir dipencet sudah keluar nilai. Jadi gak usah ke sana sini (mencari koneksi, kenalan atau pejabat untuk disuap agar diterima) karena jelas tidak bisa, tidak mungkin,” ujarnya sambil memastikan bahwa dengan CAT maka proses penerimaan akan lebih transparan.

Untuk informasi pendaftarannya, pihak BKD masih menunggu info lebih lanjut dari Menpan dan BKN. “Pembukaan seleksi CPNS ini akan memberikan peluang masyarakat untuk berkompetisi. Kami berharap, akan terpilih pegawai terbaik untuk menempati formasi yang dibuka dalam seleksi CPNS ini,” tandasnya. (yan)

Penulis: Muhammad Hadiyan | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments