Radar Tegal

Sengketa Pilkades Berlanjut, Saksi Cabut Tanda Tangan

Sengketa Pilkades Berlanjut

KLARIFIKASI – Calon Kades Sidaharja nomor urut 4, Pahruri bersama pendukungnya foto bersama usai mendatangi kantor Dispermades Kabupaten Tegal untuk klarifikasi, kemarin.
YERRY NOVEL

SLAWI – Sengketa pemilihan kepala desa (pilkades) di Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal hingga kini masih berlanjut. Salah satu saksi dari calon kades nomor urut 4, terpaksa mencabut tanda tangannya dalam berita acara hasil pilkades yang dilaksanakan serentak pada 29 Oktober 2017. Hal itu dilakukan karena saksi dari Pahruri yang bernama Wiwit Nurul Aini mengaku bahwa saat melakukan tanda tangan di berita acara tersebut, dalam kondisi tertekan.

“Pada tanggal 31 Oktober 2017 sekitar pukul 10.30, saya didatangi dua orang di tempat kerja saya di SMK 1 Warureja. Saya disuruh untuk tanda tangan. Padahal, waktu itu sudah dua hari setelah pelaksanaan Pilkades,” kata Wiwit Nurul Aini, kemarin.Alhasil, Wiwit membuat surat pernyataan bermaterai bahwa dirinya mendapat tekanan dari dua orang tersebut. Surat pernyataan itu akan dijadikan landasan calon kades nomor 4 dalam mencabut tanda tangan saksinya.

“Surat ini sudah kami layangkan ke Bupati Tegal, ketua DPRD, Dispermades, Inspektorat, Camat Suradadi, dan Ketua BPD Sidaharja,” kata calon Kades nomor urut 4, Pahruri, menambahkan.Anggota Tim Sukses Nomor 4, Ojin menyatakan, berita acara rekapitulasi ditandatangani setelah pelaksanaan. Bahkan, saksi nomor 4 didatangi di kantornya untuk tanda tangan di bawah tekanan.

“Untuk dua calon yang kalah dan merasa legowo menerima hasil Pilkades, karena perolehan suara mereka hanya di bawah 100. Bahkan, dua calon nomor 1 dan 3 sudah dua kali mencalonkan diri, dan tetap kalah. Dua calon itu penggembira, makanya menerima hasil pilkades,” imbuhnya. (yer)

Facebook Comments