Duh, Volume Sampah Meningkat Signifikan

by
Pungut Sampah
?
Pungut Sampah
PUNGUT SAMPAH – DLH dan OPD terkait, Camat, Kades, polisi dan TNI serta siswa melakukan gerakan pungut sampah di Pantai Ngebum, Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu, Sabtu (15/9).
NUR KHOLID MS

DLH Gelar Gerakan Pungut Sampah Serentak

Banyaknya sampah yang belum dikelola dengan baik membuat organisasi World Clean Up Day mengkoordinir sebanyak 150 negara dengan melibatkan 380 juta penduduk dunia untuk melakukan gerakan pengut sampah serentak. Di Kabupaten Kendal, gerakan itu dipusatkan di Obyek Wisata (OW) Pantai Ngebum, Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu, Sabtu (15/9) pagi, yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat.

Pemungutan sampah serentak itu juga melibatkan Dinas Perikanan dan Kelautan, Disporapar, Camat, kepala desa, polisi, TNI, penggiat lingkungan dan siswa serta perusahaan.

Kepala DLH Kendal, Sri Purwati, mengatakan bahwa manusia sendiri merupakan produk sampah. Maka harus peduli terhadap sampah karena pada dasarnya semua orang sangat menghindari sampah. “Pemkab hanya punya dua tempat pembuangan akhir (TPA). Sampah yang dibuang tiap bulan meningkat signifikan. Sehingga dibutuhkan kepedulian itu. Mau berubah atau tertimbun sampah,” katanya.

Sri mengungkapkan, semakin modern masyarakat maka itensitas pekerjaannya semakin meningkat dan itu berkencenderungan untuk hidup praktis. Hal itu pula yang mempengaruhi pola hidup. Akibatnya daya hidup praktis dan cepat sebabkan sampah menumpuk. Itu sudah merambah sampai ke desa-desa. Karena keterbatasan, membuat dinas tidak bisa melakukan pengelolaan sampah sebanyak 265 desa.

“Hanya ada 14 truk pengangkut sampah. Ini memang tanggung jawab DLH, tapi juga perlu keterlibatan semua pihak untuk bisa mengatasi persoalan sampah. Kiprah pemerintah desa untuk ikut atasi sampah sangat diperlukan. Dari dana Anggaran Dana Desa (ADD) bisa dialokasikan untuk tong-tong sampah,” terangnya.

Gerakan pungut sampah yang dilakukan di pantai Ngebum sendiri bertujuan menciptakan tempat wisata yang bersih. Sehingga dapat menarik wisatawan dari luar Kabupaten Kendal. Gerakan ini juga untuk menyadarkan warga yang hidup di sekitar wisata dan wisatawan supaya tidak membuang sampah sembarangan. Oleh karenanya keberadaan tempat wisata harus diimbangi dengan tempat pembuangan sampah.

“Masalah sampah sudah jadi permasalah internasional. Soal sampah juga banyak diperbincangkan di Semarang. Perbincangan itu terkait membuang sampah sembarangan dapat di kenai denda,” ujar Sri.

Dia menambahkan, gerakan pungut sampah tak hanya dilakukan tempat wisata pantai Ngebum. Sebelumnya, gerakan pungut sampah juga dilakukan di pantai Sendang Sekucing dan mendapatkan sampah sebanyak 180 Kg, yang diikuti sebanyak 150 orang. Kemudian gerakan yang sama dilakukan di Alun-alun Sukorejo yang diikuti siswa-siswi sekolah menengah di atas, dan geraka pungut sampah di Kecamatan Boja oleh penggiat lingkungan, petugas kebersihan dan masyarakat.

“Tujuan gerakan pungut sampah ini meningkatkan kepedulian semua warga masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, dan menjadikan lingkungan bersih dari sampah serta sampah di Kabuapten Kendal dapat dikelola dengan baik,” pungkasnya. (nur)