Radar Pendidikan

Sekolah Ini Wajibkan Muridnya Kenakan Kostum Adat Tiap Tanggal 15

Ibnu Nafis SPd MSi

Ibnu Nafis SPd MSi
Kepala SMKN 1 Sragi

SRAGI – Menjadi salah satu agenda wajib bagi para guru dan staf di SMK Negeri 1 Sragi, untuk mengenakan kostum adat dalam melaksanakan kegiatan di sekolah. Aturan tersebut diberlakukan pada tanggal 15 di setiap bulan.

Demikian diungkapkan Kepala SMKN 1 Sragi, Ibnu Nafis SPd MSi, jika pihaknya telah menerapkan peraturan penggunaan seragam yang terhitung unik tersebut. “Iya memang ini sebenarnya aturan dari Pemprov (Pemerintah Provinsi), jadi kita ikut saja,” ujarnya kepada Radar Pekalongan di ruang tamu sekolah setempat.

Aturan tersebut telah lama diterapkan oleh para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Bagi sekolahnya, kegiatan tersebut baru dilaksanakan sejak awal tahun 2018, karena sebelumnya SMK Negeri masih dalam naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pekalongan.

“Sejak aturan SMK dan SMA Negeri ikut ke Pemprov, jadi kami ikut aturan Pemprov Jateng,” paparnya.

Segala kegiatan mulai dari administrasi hingga aturan pelaksanaan pembelajaran di SMK Negeri 1 Sragi mengikuti aturan yang dibuat oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Pakaian adat berupa blangkon dan kain jarik lebih banyak dipilih oleh para guru dan staf laki-laki karena menunjukkan pakaian khas Jawa Tengah, sedangkan para guru dan staf perempuan lebih memilih gaya berpakaian adat simpel menggunakan balutan kebaya modern serta berkerudung.

Dengan adanya peraturan tersebut, pihaknya mengaku tidak keberatan dan bahkan mendukung adanya penerapan aturan penggunaan seragam ini. Selain dapat membuat sesuatu yang beda di lingkungan sekolah, penggunaan pakaian adat juga mendorong kegiatan pelestarian budaya dan kekayaan adat khususnya di daerah Jawa Tengah. (yak)

Facebook Comments