Metro Pekalongan

Wuih, Klaim BPJS TK Capai Rp12 Miliar Per Bulan

Wiwik Septi Herawati, Kepala BPJS TK cabang Pekalongan

Wiwik Septi Herawati, Kepala BPJS TK cabang Pekalongan

KOTA PEKALONGAN – Klaim BPJS Ketenagakerjaan (TK) cabang Pekalongan di empat wilayah kerja, mencapai rata-rata Rp12 miliar per bulan. Dari jumlah klaim tersebut, paling tinggi merupakan klaim Jaminan Hari Tua (JHT) yang mencapai sekitar Rp8 miliar per bulannya. Disusul klaim Jaminan Kematian (JKM) sekitar Rp480 juta per bulan, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sekitar Rp464 juta per bulan serta Jaminan Pensiun (JP) sekitar Rp59 juta per bulan.

Sedangkan untuk klaim total sejak Januari hingga Agustus 2018, total sudah mencapai angka sekitar Rp77 miliar dari sebanyak 11.300 kasus. Klaim JHT tetap menempati peringkat tertinggi dengan klaim sekitar Rp69 miliar dari 10.397 kasus, JKM sekitar Rp3 miliar dari 143 kasus, JKK sekitar Rp3 miliar dari 323 kasus serta JP sekitar Rp479 juta dari 437 kasus.

Data tersebut diungkapkan Kepala BPJS TK cabang Pekalongan, Wiwik Septi Herawati. Septi menyatakan, keberadaan BPJS TK yang hadir dengan program jaminan sosial bagi pekerja turut membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “BPJS TK hadir dan bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mendorong terwujudnya kesejahteraan masyarakat,” kata Septi.

Klaim dari beberapa program BPJS TK juga menunjukkan bahwa BPJS TK turut menggerakkan roda ekonomi masyarakat. “Ini bisa dilihat dari pengambilan klaim JHT maupun JP dari peserta. Masyarakat yang mungkin sudah berhenti bekerja, tetap memiliki simpanan untuk membuka usaha setelah tidak lagi bekerja,” tambahnya.

Untuk itu dikatakan Septi, BPJS TK sangat penting bagi pekerja karena bisa menjadi jaring pengaman sosial sehingga dapat menolong ketika terjadi resiko sosial ekonomi. “Kesadaran itu yang harus ditumbuhkan sehingga masyarakat pekerja bisa mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS TK agar mempunyai jaminan ketika terjadi resiko dalam bekerja,” tandasnya. (nul)

Penulis: M Ainul Atho | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments