Sering Ngamuk, 4 PGOT Ditangkap Satpol

by
Sering Ngamuk, 4 PGOT Ditangkap Satpol
JARING PGOT - Petugas Satpol PP Kabupaten Pekalongan saat menjaring razia PGOT, kemarin. MUHAMMAD HADIYAN
Sering Ngamuk, 4 PGOT Ditangkap Satpol
JARING PGOT – Petugas Satpol PP Kabupaten Pekalongan saat menjaring razia PGOT, kemarin.
MUHAMMAD HADIYAN

KAJEN – Petugas Satpol PP Kabupaten Pekalongan menjaring empat psikotik jalanan dalam razia Pengemis, Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT), pagi kemarin (5/9). Mereka digelandang lantaran dilaporkan sering mengganggu masyarakat dan ketertiban karena sering mengamuk di tempat umum.

Giat operasi Pengemis, Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT) ini berlangsung sejak pukul 08.30 WIB. Petugas menyisir mulai dari Kecamatan Karanganyar, Bojong, dan Kedungwuni. Hingga akhirnya sebanyak empat psikotik jalanan berhasil diamankan.

Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pekalongan, Edi Widiyanto mengatakan, giat razia PGOT dan psikotik jalanan ini pihaknya bekerjasama dengan Dinsos Kabupaten Pekalongan. Razia dimulai pukul 8.30 pagi. Petugas Satpol menyisir di beberapa kecamatan, mulai dari Kecamatan Karanganyar, Kedungwuni hingga Bojong.

“Empat psikotik jalanan ini, satu di antaranya perempuan, dan yang lain laki-laki,” kata Edi, kemarin.

Sebelum razia, pihaknya menerima banyak laporan dari masyarakat. Ada psikotik jalanan yang sering ngamuk di beberapa wilayah. Menindaklanjuti laporan itu, Satpol melakukan razia PGOT.

“Setelah kita tangkap, lalu kita bawa ke rumah persinggahan milik Dinsos di Wiradesa,” ungkapnya.

Operasi PGOT ini rutin dilakukan Satpol PP menyusul laporan-laporan yang masuk dari masyarakat. “Ada laporan-laporan dari masyarakat, setiap saat. Kebanyakan PGOT yang kita jaring, ternyata rata-rata dari daerah lain. Bukan asli Pekalongan. Namun, tetap kita amankan dan kita kirim ke rumah singgah milik Dinsos. Di sana mereka akan mendapatkan makan, dan dimandikan. Mereka juga dibina, kalau memang kondisi kejiwaannya parah, biasanya dirujuk ke RS Jiwa di Semarang,” jelas dia.

Ia berharap, apabila ada orang gila di jalanan, warga tidak mengusili. Apalagi mereka yang berpotensi mengamuk. Edi mengimbau untuk warga agar langsung saja melapor ke Satpol PP agar segera ditindaklanjuti. (yan)

Penulis: Muhammad Hadiyan | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito