Radar Batang

Tenang, 121 Atlet Porprov Batang Dilindungi Jaminan Sosial

DISKUSI - Ketua BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Batang, Bambang Indriyanto tengah berdiskusi dengan tim Radar Pekalongan, kemarin. M DHIA THUFAIL

DISKUSI – Ketua BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Batang, Bambang Indriyanto tengah berdiskusi dengan tim Radar Pekalongan, kemarin.
M DHIA THUFAIL

BATANG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Batang menggandeng Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Cabang Batang guna memberikan jaminan kepada seluruh atlet, pelatih, dan ofisial yang masuk kontingen Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2018. Nantinya, kontingen akan mendapatkan perlindungan selama masa persiapan hingga pelaksanaan Porprov jateng 2018.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Batang, Bambang Indriyanto menjelaskan, mulai 1 Juli, kontingen Porprov Batang diikutkan dua jenis jaminan, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Total ada 121 atlet dan ofisial serta pelatih 35 orang yang diikutkan dalam jaminan sosial tersebut.

”Jaminan kecelakaan ini sangat penting bagi para atlet, agar setiap atlet mendapatkan jaminan selama mereka menjalani pemusatan latihan hingga pertandingan. Apabila terjadi kecelakaan selama menjalani pelatihan maka bisa dikover dengan jaminan sosial itu,” jelas Bambang, saat ditemui di kantornya, Rabu (5/9).

Pelaksanaanya, kata Bambang, dilakukan untuk setiap cabang olahraga (Cabor) dengan iuran yang dibayarkan oleh KONI Batang. Ia menyebut dengan adanya jaminan tersebut dapat memberikan rasa tenang bagi semua kontingen. Mengingat sejumlah cabang olahraga memang rawan terjadi kecelakaan terutama cabang beladiri.

”Saat latihan maupun bertanding ada resiko terjadi kecelakaan sehingga diberikan jaminan sosail kecelakaan kerja kepada seluruh kontingen sampai berakhirnya Porprov. Jika nanti Porprov selesai mereka bisa melanjutkan secara mandiri,” papar Bambang.

Ditambahkan Bambang, bila terjadi kecelakaan pada atlet, pelatih, dan ofisial, maka akan dijamin pengobatannya dan mendapat pengganti upah selama belum bisa bekerja. ”Misalnya kecelakaan saat atlet berangkat menuju tempat latihan atau bertanding. Maka dia akan mendapatkan pengganti transportasi dari lokasi kejadian ke rumah sakit, biaya perawatan ulimited, dan santunan tidak mampu bekerja. Begitu pula jika sampai terjadi kematian akan mendapatkan santunan,” tandasnya. (fel)

Facebook Comments