Piye Kiye, Satpol Tangkap PSK Pengidap HIV

by -
Piye Kiye, Satpol Tangkap PSK Pengidap HIV
JARING PSK - Petugas Satpol PP Kabupaten Pekalongan belum lama ini menemukan warung yang dijadikan sebagai ajang prostitusi terselubung. Setidaknya lima PSK berhasil terjaring. MUHAMMAD HADIYAN
Piye Kiye, Satpol Tangkap PSK Pengidap HIV
JARING PSK – Petugas Satpol PP Kabupaten Pekalongan belum lama ini menemukan warung yang dijadikan sebagai ajang prostitusi terselubung. Setidaknya lima PSK berhasil terjaring.
MUHAMMAD HADIYAN

*Bisnis Prostitusi Terselubung Sulit Terdeteksi

KAJEN – Meskipun tempat lokalisasi secara terbuka tidak ada di Kota Santri, namun bisnis prostitusi terselubung tampaknya masih saja sulit terdeteksi aparat. Entah itu berkedok warung remang-remang, salon, bisnis hiburan karaoke, dan lain sebagainya.

Baru-baru ini, petugas Satpol PP Petugas Satpol PP Kabupaten Pekalongan melakukan operasi pekat di lokasi yang terindikasi dijadikan sebagai ajang prostitusi terselubung di Desa Legokclile, Kecamatan Bojong. Dalam operasi tersebut, setidaknya ada lima pekerja seks komersial (PSK) yang berhasil terjaring oleh petugas.

Kelima PSK yang rata-rata berusia 40 tahun itu langsung dibawa ke Panti Rehabilitasi di Solo, untuk diberikan pembinaan dan keterampilan. Mirisnya, berdasarkan informasi yang didapat, satu di antara PSK yang terjaring tersebut terindikasi positif HIV.

“Kita menjaring PSK, biasanya bersama dengan pihak Dinkes untuk sekaligus deteksi HIV,” terang Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pekalongan, Edi Widiyanto, saat ditemui Radar Pekalongan, kemarin.

Memang, diakui, saat ini permainan prostitusi terselubung di Kota Santri cenderung kucing-kucingan dengan aparat. Mereka bermain di belakang. “Kita tidak diam untuk gencar operasi penyakit masyarakat ini. Ada beberapa titik lokasi yang kami indikasi dijadikan tempat prostitusi terselubung. Di antaranya di Bojong, Kesesi, Siwalan dan Karanganyar,” kata Edi.

Ketika ditanya soal eks lokalisasi Kebonsuwung, di Kecamatan Karanganyar, Edi mengatakan, sekarang sudah berubah menjadi tempat hiburan karaoke. “Sekarang sudah jadi tempat hiburan, bukan tempat prostitusi. Kami tidak membantah kalau ada transaksi-transaksi, namun eksekusinya di luar lokasi tersebut,” ujar dia.

Diakui, memang ada prostitusi terselubung, entah itu berkedok salon, bisnis karaoke, maupun hal-hal lain. Hanya saja, transaksi dilakukan di situ, namun eksekusinya bukan di tempat tersebut. Sehingga sulit terdeteksi oleh petugas.

“Namun kita pantau dengan SDM yang kita punya. Kita juga menerima laporan dari masyarakat apabila ada hal-hal yang bekaitan dengan pekat, maka akan segera kita tindaklanjuti,” tandasnya. (yan)

Penulis: Muhammad Hadiyan | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito