Radar Kendal

Di Daerah Ini Puluhan Hektar Tanaman Padi Puso

Di Kelurahan Ini Puluhan Hektar Tanaman Padi Puso

MERUGI – Puluhan hektar tanaman padi di Kelurahan Ngilir, Kendal, layu dan mati karena kekeringan. Petani terancam merugi hingga ratusan juta.
NUR KHOLID MS

KENDAL – Musim kemarau tahun ini mulai dirasakan dampaknya secara luas bagi petani di sejumlah wilayah di Kabupaten Kendal. Bahkan di kawasan kota, seperti areal pertanian di Kelurahan Ngilir, Kecamatan Kendal, puluhan hektar padi mengalami layu dan mati kekeringan, sehingga membuat petani terancam merugi hingga ratusan juta rupiah.

Pantauan Radar, Rabu (29/8), kondisi areal persawahan padi di Ngilir terpantau mengering dan pecah-pecah. Rekahan tanah cukup lebar dengan kedalaman lebih dari 30 cm.

Sebagian besar tanaman padi yang berada di lahan pertanian tersebut sudah berusia dua bulan lebih dan mendekati masa panen. Daun padi sudah banyak yang menguning dengan tumbuh buliran padinya. Ironisnya, kekeringan membuat sebagian besar buliran padi di puluhan hektar sawah itu tidak berisi.

Hal itu membuat pusing bagi petani yang sudah terlanjur menanam padi. Sebagian mereka pasrah dengan kondisi tanaman padinya yang layu dan mengering. Sebagian lainnya meluapkan kekesalannya dengan membabat tanaman pokok itu untuk pakan ternak.

“Punya saya ada satu hektar terpaksa tak potongi. Mau gimana lagi, bulirnya kosong, tanamannya juga layu. Padahal, semestinya sudah hampir masuk masa panen,” tutur Mujiono, petani setempat.

Menurut dia, kekeringan telah membuat saluran irigasi di areal persawahan mandeg selama dua bulan terakhir. Petani kesulitan mendapatkan suplai air, sehingga lahan sawah kering dan merekah. Kata Mujiono, ada puluhan petani lainnya di Ngilir yang bernasib sepertinya.

“Mereka tak bisa berbuat apa-apa lagi kecuali pasrah merelakan tanaman padinya mati lakibat kekeringan ini. Akibat puso ini petani merugi puluhan hingga ratusan juta rupiah. Sebab setiap hektarnya petani rata-rata mengeluarkan biaya sekitar Rp 3 juta hingga Rp 4 juta dan bahkan lebih,” ungkapnya.(nur)

Penulis: Nur Kholid Ms | Radar Pekalongan
Redaktur: Akhmad Saefudin

Facebook Comments