Radar Batang

Tepis Isu Mistik, Hari Ini Festival Ceblok Tandur Waringin Digelar

Waringin

REGENERASI – Sebagai simbol peradaban di masa lalu, Pohon Beringin di Alun-alun Batang yang sempat roboh sebagian akan ditanam lagi untuk regenerasi.
M DHIA THUFAIL

BATANG – Hari ini, Rabu (29/8), Pemkab Batang menggelar festival ‘Ceblok Tandur Waringin’. Festival itu menjadi even budaya guna meregenerasi Pohon Beringin berusia tua di tengah Alun-alun Batang, yang sebelumnya sempat roboh bagiannya.

Rencana kegiatan itu ternyata sempat mengundang pro kontra, bahkan muncul tudingan ritual mistik dalam ‘Ceblok Tandur Waringin’ tersebut. Untuk menetralisir isu liar itu, Bupati Wihaji pun langsung mengeluarkan bantahan.

“Tidak ada nuansa mistis pada festival budaya ‘Ceblok Tandur Waringin’ di Alun Alun Batang. Kegiatan ini semata – mata hanya untuk meregenerasi pohon ringin yang hampir mati karena termakan usia,” ungkap Wihaji saat di temui di Kantornya, Senin (27/8).

Ia mengatakan, prosesi penanaman beringin tersebut sudah jauh hari telah diadakan musyawarah dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh budaya, MUI, dan yang lainnya.

“Memang, dalam penanaman pohon beringin nanti ada prosesinya atau caranya. Namun tidak ada sama sekali kita singgung atau kita giring ke arah mistik,” tegas Wihaji.

Disebutkan Wihaji, bibit pohon beringin yang akan ditanam tersebut diambilkan dari Keraton Solo dan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. “Rencana prosesi penanaman lima bibit Pohon Beringin akan dilaksanakan pada pukul 15.00 WIB dengan formasi pasukan 17, pasukan 8 dan pasukan 45 orang dengan mengenakan pakaian adat Jawa lengkap,” bebernya.

Pohon beringin yang ada di alun-alun Batang, akan diremajakan oleh Pemkan Batang. Langkah itu dilakukan karena pohon yang sudah ada saat ini sudah hampir mati akibat dimakan usia. Dan sebagai gantinya, nantinya akan ditanam lima pohon beringin baru. . Penanaman beringin baru sendiri akan dilakukan Rabu (29/8) dengan terlebih dahulu digelar ritual ceblok tandur waringin Alun – Alun Batang. Rencana prosesi penanaman lima bibit pohon beringin pukul 15.00 dengan formasi pasukan pengirim 17, 8 dan 45 orang dengan kenakan baju adat Jawa lengkap. . Dan pohon beringin yang baru nanti diambil dari Keraton Solo dan Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat. “Tidak ada nuansa mistis pada ritual ceblok tandur waringin Alun – alun Batang, ini semata – mata untuk regenerasi pohon ringin yang hampir mati karena termakan usia. Kegiatan Ceblok tandur sendiri juga untuk Nguri-uri budaya leluhur dan juga sebagai ajang promosi daerah,” kata Bupati Batang, Wihaji. #kabupatenbatang#visitbatangyears2022#genpi#batanghits#jawatengah #RadarPekalongan

A post shared by Radar Pekalongan (@radarpekalongan) on

Prosesi itu juga menurut Wihaji untuk melestarikan kearifan lokal budaya Jawa. Sebab, menanam beringin merupakan simbol peradaban pemerintahan dan juga sebagai promosi daerah guna menarik pengunjung wisata untuk mensukseskan tahun kunjungan wisata 2022.

Lanjut dia, Pohon Beringin merupakan ikon peradaban pemerintahan yang letaknya tepat di pusaran Alun – Alun Batang. Secara historis, pohon itu juga memuat nilai kesejarahan tinggi serta makna simbolik yang luar biasa. Karena itu, keberadaanya harus tetap eksis.

“Pohon beringin memiliki makna simbolik sebagai pengayoman, wujud perlindungan, keagungan dan kekuasaan,” tutup Wihaji. (fel)

Facebook Comments