Pulang dari Pengajian, Da’i Muda Dianiaya

oleh -
Dai Muda Dianiaya
KORBAN - Dai muda yang juga pengurus LDNU Kota Pekalongan, Ustadz Hamdi Amirin, menjadi korban penganiayaan.
Dai Muda Dianiaya
KORBAN – Dai muda yang juga pengurus LDNU Kota Pekalongan, Ustadz Hamdi Amirin, menjadi korban penganiayaan.

KOTA PEKALONGAN – Seorang dai muda yang juga menjadi pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kota Pekalongan, Ustadz Hamdi Amirin, dilaporkan telah menjadi korban penganiayaan oleh orang tak dikenal, Rabu (22/8) malam lalu.

Akibat penganiayaan itu, putra dari almarhum KH Amirin, Jenggot, Pekalongan Selatan, itu menderita sejumlah luka lebam di wajah. Selain itu beberapa giginya tanggal, rahang retak, dan mendapat beberapa jahitan di pipi bagian luar maupun dalam.

Kabar tentang adanya tindak kekerasan yang menimpa Ustadz Hamdi itupun telah tersebar luas melalui media sosial. Termasuk pula di grup facebook PCNU Kota Pekalongan. Bahkan kronologis kejadian telah dituliskan secara detail dalam sebuah narasi.
Diceritakan bahwa kejadian itu dialami Ustadz Hamdi Amirin sepulang dari mengisi pengajian di majelis Markaz Rasulullah Jenggot Gang Baru. Kejadian diketahui terjadi pada Rabu malam, 22 Agustus 2018.

Sebagai informasi, setiap Rabu malam Kamis ustad muda tersebut biasa pengajian di Majelis Markaz Rasulullah pada pukul 19.30 sampai 21.00 WIB. Kebetulan malam dimana kejadian penganiayaan ini terjadi dia pulang paling akhir.

Sekitar pukul 22.00 Ustadz Hamdi pulang menuju rumahnya, bersama istri dan anaknya mengendarai dua motor. Sang ustadz sendiri. Sedangkan sang istri pulang bersama sang putri.

Di tengah perjalanan pulang mereka berdua berpapasan dengan dua orang tak dikenal yang mengendarai sebuah sepeda motor jenis matic. Orang tersebut memakai helm dan jaket.

Kedua orang yang mencurigakan tadi menghampiri si ustadz dari arah berlawanan. Sang Ustad yang mengira bahwa kedua orang tadi mendekatinya karena menghindari lubang, tak berpikir aneh-aneh. Sampai pas berpapasan salah satu dari dua orang tadi memukulnya dengan benda keras mengenai pipi sebelah kiri. Pukulan ini mengakibatkan sedikitnya empat gigi sang ustadz tanggal. Sang ustadz pun mendapatkan enam jahitan: empat jahitan di pipi luar dan yang dua jahitan di sisi dalamnya. Rahang retak, dan lebam di sekitaran muka.

Dalam narasi kronologis kejadian itu juga diceritakan, dari keterangan korban, bahwa kejadian tersebut bukan karena masalah pribadi, juga bukan upaya penjambretan, tetapi diduga murni perencanaan untuk melakukan penyerangan terhadap korban. Disinyalir akibat konten dakwah korban yang tidak disepakati oleh pelaku yang sampai hari ini belum diketemukan.
Ketua PCNU Kota Pekalongan H Muhtarom, saat dikonfirmasi tentang hal itu, Kamis (24/8), membenarkan adanya kabar dugaan penganiayaan terhadap Ustadz Hamdi Amirin.

Muhtarom juga menyampaikan, kejadian itu telah dilaporkan ke pihak kepolisian. “Laporan sudah dilakukan oleh korban,” katanya.

Dengan adanya kejadian itu, imbuh Muhtarom, PCNU Kota Pekalongan meminta aparat kepolisian untuk secepatnya menemukan pelaku dan aktor di belakangnya.

Ditambahkan Muhtarom, PCNU juga akan memberikan pernyataan secara resmi, menyikapi kejadian tersebut. Pernyataan sikap resmi ini akan disampaikan dalam Forum Pengajian Rutin Jumat Manis di Masjid Jami’ Raudlatus Sholihin, Buaran Gg 2, Pekalongan Selatan, pada Jumat (24/8) malam.

Selain itu, melalui forum pengajian tersebut, PCNU Kota Pekalongan akan kembali menegaskan penolakan terhadap radikalisme dan gerakan ekstrimisme. “Mengajak warga NU khususnya, dan masyarakat Kota Pekalongan pada umumnya untuk bersama menolak radikalisme dan gerakan ekstremisme sampai ke akar-akarnya dan menuntut kepada pihak yang berwajib agar segera mengusut tuntas kejadian tersebut,” imbuh dia.

Sementara itu, Kapolsek Pekalongan Selatan Kompol Junaedi, membenarkan pihaknya telah menerima laporan adanya kasus penganiayaan terhadap Ustadz Hamdi Amirin. “Iya, sudah laporan barusan,” ungkap Kapolsek, saat dikonfirmasi Radar Pekalongan pada Jumat (24/8) sore.

Dia menambahkan, kasus tersebut masih dalam penyelidikan. “Dalam lidik. Periksa para saksi, korban. Minta keterangan istri korban, maupun saksi yang mendengar korban minta tolong,” imbuh dia. (way)