2 Polisi Ditembak OTK di Tol Kanci-Pejagan

by
TERTEMBAK: Dua anggota patroli jalan raya (PJR) Polda Jabar mengalami luka tembak serius setelah diserang OTK di Tol Kanci-Pejagan KM 223-400, Jumat (24/8) sekitar pukul 21.15 WIB. Foto: Istimewa/radarcirebon
TERTEMBAK: Dua anggota patroli jalan raya (PJR) Polda Jabar mengalami luka tembak serius setelah diserang OTK di Tol Kanci-Pejagan KM 223-400, Jumat (24/8) sekitar pukul 21.15 WIB. Foto: Istimewa/radarcirebon

CIREBON – Kasus penyerangan orang tak dikenal (OTK) terhadap anggota kepolisian kembali terjadi di Cirebon. Kali ini korbannya dialami dua anggota patroli jalan raya (PJR) Polda Jabar di Tol Kanci-Pejagan KM 223-400, Jumat (24/8) sekitar pukul 21.15 WIB.

Berdasarkan informasi yang dilansir radarcirebon.com, petugas yang menjadi korban itu Aiptu Dodon Kusdianto dan Aiptu Widi Harjana. Keduanya mengalami luka tembak serius akibat serangan OTK.

Selain kedua korban mengalami luka-luka, kondisi mobil PJR terdapat lubang dan retakan besar akibat tembakan peluru. Di dalam mobil terdapat banyak bercak darah korban.

Saat ini korban dilarikan ke RSU Mitra Plumbon untuk mendapat penanganan medis. Kondisi korban saat ini masih dalam keadaan sadar.

Sebelumnya, seorang anggota Polres Cirebon Kota (Ciko) diserang dua OTK dengan senjata tajam. Peristiwa itu terjadi saat korban sedang bertugas melakukan patroli rutin di Jl Diponogoro (depan DPC PDI Perjuangan) Kota Cirebon, Senin dini hari (20/8), sekitar pukul 02.00 WIB.

Korban adalah korban Brigadir Angga Dwi Turangga anggota Unit Quick Respons (QR) Sat Sabhara Polres Cirebon Kota. Selain mengalami luka-luka, senjata api korban dirampas pelaku.

Direskrimum Polda Jawa Barat Kombes Pol Umar Surya Fana yang ditemui radarcirebon.com dan sejumlah wartawan di Mapolres Cirebon Kota membenarkan adanya peristiwa pembacokan terhadap anggota saat patroli.

“Kami dari Polda Jabar turun untuk keseriusan menyelidiki kasus ini. Penyidik sudah mengumpulkan sejumlah bukti-bukti yang ditemukan di TKP seperti bercak darah, tapak kaki pelaku, dan baju seragam korban. Polda Jabar masih memburu para pelaku kasus ini,” kata Umar.

Kondisi korban juga mengalami luka serius, sehingga harus dirujuk ke RS Polri Kramat Jati Jakarta. “Ya kita pindahkan perawatan ke RS Kramat Jati Polri pagi tadi, untuk penanganan maksimal,” jelas Umar.

Sementara para pelaku yang diduga berjumlah tiga OTK, belum tertangkap. Hingga berita ini ditulis, polisi masih melakukan penyidikan dan pengejaran. Polisi juga belum memastikan motif di balik rentetan kejadian tersebut.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan data yang dilansir dari radarcirebon.com, kronologi kejadian penembakan dua anggota PJR sendiri bermula saat  kedua korban melakukan patroli jalur dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah sekitar pukul 21.00 WIB. Saat di KM 223-400 korban melihat tiga OTK laki-laki sedang duduk di tepi jalan.

Melihat ada tiga orang duduk (nongkrong) di tepi jalan tol, kendaraan Ditlantas PJR Polda Jabar yang dikemudikan korban menepi dan berhenti. Aiptu Dodon Kusdianto turun dari kendaraan dan menegur tiga OTK tersebut.

Namun, korban justru mendapat serangan tembakan dari para pelaku yang belum diketahui identitasnya. Aksi penembakan OTK tersebut terjadi sekitar pukul 21.15 WIB. Aiptu Dodon pun mengalami luka tembak di bagian dada serta mulut.

Diduga, tembakan tidak hanya sekali. Pasalnya, tidak hanya Aiptu Dodon, tapi Aiptu Widi juga mengalami luka tembak di bagian dada sebelah kanan dan telapak tangan kiri. Kaca mobil PJR yang dikendarai korban juga terdapat lubang dan retakan besar bekas peluru.

Saat ini kedua korban di RSU Mitra Plumbon untuk mendapat perawatan medis. Sementara, polisi masih melakukan penyidikan dan pengejaran terhadap pelaku yang diduga berjumlah tiga OTK. (radarcirebon)