Petugas Temukan Cacing Hati pada Hewan Kurban

by
NUR KHOLID MS PEMERIKSAAN- Dokter hewan, Wayan lakukan pemeriksaan empat hati sapi di Polres Kendal.Hasinta tidak ditemukan cacing hati. Sehingga aman dikonsumsi.
NUR KHOLID MS
PEMERIKSAAN- Dokter hewan, Wayan lakukan pemeriksaan empat hati sapi di Polres Kendal.Hasinta tidak ditemukan cacing hati. Sehingga aman dikonsumsi.

KENDAL – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal melakukan pemantauan dan pemeriksaan hewan kurban diberbagai tempat penyembelihan hewan kurban yang ada di Kabupaten Kendal, Rabu (22/8). Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan cacing hati (fasciola hepatica) pada hati dua hewan kurban sapi. Petugas pun meminta supaya hati sapi tersebut tidak dikonsumsi melainkan dikubur atau dibakar. Sementara pemeriksaan terhadap empat hati sapi di Polres Kendal tidak ditemukan adanya cacing hati.

Dokter hewan, Dinas Pertanian dan Pangan, Wayan, mengatakan, hati hewan kurban yang terinveksi cacing hati itu ditemukan petugas saat melakukan pemeriksaan di Desa Brangsong, Kecamatan Brangsong dan Desa Cepokomulyo, Kecamatan Gemuh. Hati hewan sapi itu tidak boleh dikonsumsi. Sebab, apabila ada yang mengkonsumsi hati yang terinveksi cacing hati yang di dalamnya ada telur cacing dan memecah jadi larva maka pada saluran pencernaan akan berubah menjadi cacing pita.

“Walaupun hati yang ada cacing pitanya itu direbus 60 derajat hingga 100 derajat, telur dan larva itu tidak akan mati. Jangan dikonsumsi. Kalau ditemukan cacing hati pada hati hewan kurban dikubur atau di bakar saja,” katanya.

Kapolres Kendal, AKBP Adiwijaya, mengatakan, hewan kurban di Polres Kendal pada Hari Raya Idul Adha tahun ini ada sebanyak empat ekor sapi dan 19 ekor kambing. Semua hewan kurban itu berasal dari jajaran Polres Kendal. Yakni, Polres, Wakapolres, dan perwira serta anggota.

“Yang dipotong di Polres ada 4 ekor sapi dan 11 ekor kambing. Sisannya ada yang disalurkan ke Masjid Agung Kendal dan sejumlah pondok pesantren. Jumlah hewan kurban sapi ada peningkatan. Kalau tahun kemarin hanya 2 ekor sapi dantahun ini tambah 2 ekor, jadi 4 ekor sapi. Untuk hewan kurban kambing sama, 19 ekor,” katanya.

Kapolres, mengungkapkan, dengan sistem kupon, pembagian hewan kurban diberikan kepada warga yang membutuhkan. Setidaknya ada 200 lebih kupon yang sudah dibagikan kepada warga yang membutuhkan. Pembagian hewan kurban mulai dilakukan pukul 14.00 hingga pukul 15.00 WIB.

“Setiap warga pemegang kupon mendapat daging hewan kurban di dalam kantong kresek sebanyak 1/2 kilogram. Semua daging hewan kurban yang disembelih di sini aman dikonsumsi. Hasil pemeriksaan petugas Dinas Pertanian dan Pangan, terhadap empat hati sapi tidak ditemukan cacing hati,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Diah Aning Budiarti, mengatakan, pihaknya menerjunkan petugas di sejumlah tempat penyembelihan hewan kurban. Selain melakukan pemantauan pelaksanaan penyembelihan, petugas juga memeriksa hati sapi untuk mengetahui apakah terinveksi cacing hati atai tidak. Kemudian juga melakukan penyuluhan pada masyarakat tentang tata cara penyembelihan hewan kurban, pelaksanaan penyembelihan termasuk kebersihan tempat pemotongan dan daging yang akan dibagikan.

“Pemantaun dilakukan sebagai upaya pencegahan beredarnya daging kurban yang tidak layak konsumsi. Sehingga masyarakat dapat mengkonsumsi daging kurban tidak harus cemas,” katanya.

Dikatkan Diah Aning, pemeriksaan difokuskan pada kebersihan daging dan hati sapi yang sering tidak layak karena terinfeksi cacing hati. Dari pemantauan di sejumlah tempat, petugas menemukan cacing hati sapi. Selain itu juga ada satu sapi di Masjid Kaliwungu yang sebelumnya terkena penyakit scabies dan flu. Namun setelah di lakukan pemeriksaan dokter hewan tidak masalah dan di nyatakan sehat.

“Terkait penyakit scabies sudah sembuh cuma pada kulit kulut sapu bulunya banyak yang rontok, namun demikian dinayatakan sembuh dari penyakit scabies,”ungkapnya. (nur)