Radar Batang

Wihaji : PWRI adalah Teladan

Penghargaan PWRI

TERIMA PENGHARGAAN – Sekjen PB PWRI, Progo Nur Jaman, menyerahkan piagam penghargaan kepada Bupati Wihaji saat acara HUT -56 PWRI Jateng di pendopo kabupaten, kemarin. Sekda Jateng dan Ketua PWRI Jateng ikut mendampingi.
M DHIA THUFAIL

Batang – Peringatan HUT ke-56 PWRI tingkat Jawa Tengah tahun ini menjadi momentum spesial bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang. Pasalnya, selain Batang dipilih menjadi tuan rumah, Bupati Wihaji juga mendapatkan penghargaan dari Pengurus Besar (PB) PWRI, Senin (20/8).

Acara yang dipusatkan di pendopo kabupaten itu bahkan dihadiri Sekjen PB PWRI Progo Nur Jaman, Ketua PWRI Jawa Tengah Hendro Martojo dan jajaran anggotanya. Sementara dari unsur pemerintahan ada Sekda Jateng Puryono Karto Soedarmo, Bupati Batang Wihaji, Wakil Bupati Batang Suyono, dan Sekda Batang Nasikhin.

“Selamat HUT PWRI ke-56. Bertambahnya usia, PWRI saya minta terus berperan nyata membantu pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan, mengawasi, serta turut mendukung kemajuan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” pesan Sekda Jateng.

Menurut Puryono, pensiun bukanlah akhir segalanya. Anggota PWRI tetap berkesempatan mengabdi, bersama-sama membangun Indonesia dan Jawa Tengah dan khususnya di Kabupaten Batang agar lebih baik.

Bupati Wihaji mengaku terharu berkesempatan bersua dengan para pengurus dan anggota PWRI yang telah berkontribusi bagi bangsa. Dia meyakini, para pengurus dan anggota PWRI adalah mereka yang di masa lalu telah memberikan kontribusi terbaiknya bagi bangsa dan daerah tempatnya mengabdi.

“PWRI adalah teladan, sehingga negara bisa membangun sampai hari ini tak lain karena perjuangan pendahulu. Maka menjadi kehormatan bagi pemerintah dan masyarakat Kabupaten Batang karena dipercaya menjadi tuan rumah bagi peringatan HUT PWRI tingkat Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya.

Sementara itu, Sekjen PB PWRI, Progo Nur Jaman, menyampaikan, meski fisik terus menua, tetapi anggota PWRI tetap semangat untuk tetap mengabdi bagi bangsanya. Itu sebabnya, HUT ke-56 mengusung tema “Purna Bhakti Tangguh dalam Pengabdian Pembangunan Bangsa”.

“Peringatan HUT ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memantapkan komitmen untuk meneruskan perjuangan, mengabdi untuk bangsa dan negara,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, PB PWRI mengganjar Bupati Wihaji dengan piagam penghargaan serta menyematkan tanda kehormatan Wredatama Nugraha Madya. Penghargaan itu diserahkan dan disematkan langsung Sekjen PB PWRI kepada Bupati. (fel)

Facebook Comments