Diduga Jadikan Kamar Kos Tempat Gituan, 15 Remaja Diamankan

by
Diduga Jadikan Kamar Kos Tempat Gituan, 15 Remaja Diamankan
RAZIA - Satpol PP Kabupaten Batang berhasil amankan 15 orang diduga mesum sari salam kamar kosan di wilayah Kecamatan Limpung. M DHIA THUFAIL
Diduga Jadikan Kamar Kos Tempat Gituan, 15 Remaja Diamankan
RAZIA – Satpol PP Kabupaten Batang berhasil amankan 15 orang diduga mesum sari salam kamar kosan di wilayah Kecamatan Limpung.
M DHIA THUFAIL

BATANG – Sebanyak 15 orang muda mudi yang diduga kumpul kebo terjaring operasi pekat (penyakit masyarakat) yang dilaksanakan Satpol PP Kabupaten Batang, Selasa (14/8) sore kemarin. Operasi tersebut menyasar sejumlah rumah kos di wilayah Kecamatan Limpung.

“Atas dasar adanya laporan warga, kita sasar dua tempat kos di Desa Karangsari, Limpung, yang telah meresahkan lingkungan sekitar. Dari dua tempat kos tersebut, kita berhasil mengangkut 15 orang diduga mesum. Karena mereka tidak bisa menunjukkan bukti surat nikah,” ujar Kasie Penyelidikan dan Penindakan Satpol PP Batang, Surya Sujana SH, Rabu (15/8).

Dari dalam kamar kosan tersebut juga, kata Surya, petugas berhasil mengamankan muda mudi yang sedang asik menggelar pesta minum minuman keras (miras). Miras yang mereka tenggak berupa ciu oplosan.

“Lebih mengejutkan lagi, petugas menemukan dari dalam kamar kosan ada yang diisi oleh empat laki laki dan satu perempuan, serta ada juga yang diisi tiga laki laki dan satu perempuan. Mereka langsung kami angkut untuk dimintai keterangan lebih lanjut di kantor,” katanya.

Dalam operasi pekat tersebut, Satpol PP melibatkan tim pemberantasan praktek prostitusi. Mereka terdiri dari anggota Polres Batang, Kodim 0736/Batang, Subdenpom Kota Pekalongan, dan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Batang.

“Setelah kita lakukan pendataan di kantor, rata rata mereka merupakan siswa siswi putus sekolah. Namun juga ada juga yang mengaku masih aktif sekolah dan bekerja. Mereka semua mengaku berasal dari wilayah Kecamatan Reban, Subah, dan Limpung,” jelasnya.

Ditambahkan Surya, dari hasil pendataan itu juga, mereka mengaku sedang bermain di tempat kos temannya saja. Dan mereka tidak melakukan kegiatan yang menjurus ke hubungan badan.

“Memang saat kami geledah mereka masih berpakaian lengkap dan juga ada dua wanita yang mengaku sedang menstruasi. Namun tetap kami data dan lakukan pemanggilan terhadap orang tua mereka. Kita minta kepada para orang tua untuk menjemput dan membawa kartu keluarga sebagai bukti bahwa benar mereka adalah anak kandungnya,” beber Surya.

Menurut Surya, hasil razia tersebut semestinya menjadi pembelajaran dan peringatan bagi para orang tua. Mereka dituntut untuk lebih aktif memantau perilaku anak anaknya, terutama yang masih pacaran.

Atas kejadian tersebut, pembinaan akan dilakukan kepada pemilik kos yang bersangkutan. Satpol PP akan menindaklanjuti operasi itu dengan melayangkan surat peringatan. Mereka yang terjaring, lanjutnya, akan mendapat pembinaan dan diminta untuk membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan serupa. (fel)

Penulis: M Dhia Thufail | Radar Pekalongan
Redaktur: Akhmad Saefudin