Radar Kendal

Dari 226, Baru 91 Desa Ikut Program Jaminan Pensiun BPJS

Dispermades

PEMBEKALAN – Ratusan perangkat desa se Kabupaten Kendal mengikuti pembekalan dan sosialisasi BPJS ketenagakerjaan yang digelar Dispermades, baru-baru ini.
NUR KHOLID MS

KENDAL – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Kendal menjalin kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan KCP Kendal guna memberikan Pembekalan perangkat desa dan Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan, di Pendopo Pemkab, belum lama ini. Kegiatan digelar selama dua hari belum lama ini dan diikuti perangkat desa di 226 desa.

Sebagai narasumbernya Wakil Bupati Kendal, Kepala Dispermades, Kepala BPJS Ketenagakerjaan KCP Kendal, Inspektorat, Bakeuda, dan Pendamping Desa Kabupaten Kendal. Kegiatan hari pertama diikuti peserta dari unsur Sekretaris Desa (Sekdes). Sedangkan hari kedua oleh Kaur Perencanaan dan Kaur Keuangan.

Wakil Bupati Kendal, Masrur Masykur, menyambut baik kegiatan sosialisasi dan sekaligus mendukung terhadap program-program BPJS Ketenagakerjaan. “Ini bentuk kerjasama atau sinergisitas yang baik Dispermasdes dengan BPJS Ketenagakerjaan. Ini patut menjadi contoh bagi yang lainnya,” katanya.

Kepala Dispermasdes Kendal, Subaidi, mengatakan, terkait pencairan penghasilan tetap (siltap) dan alokasi dana desa (ADD) enam bulan sekali itu bukan dari dinas, akan tetapi tinggal bagaimana kaur keuangan nantinya bisa melakukan penyusunan, kemudian segera melakukan pengajuannya. Perangkat desa juga bisa mendorong pemerintah untuk memasukkan program jaminan pensiun BPJS Ketenagakerjaan dalam ADD.

“Mengingat seluruh program kecuali jaminan pensiun telah diberikan anggaran khusus oleh Pemkab Kendal mulai tahun 2017. Yakni jaminan kematian, jaminan kecelakaan kerja dan jaminan hari tua,” katanya.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan KCP Kendal, Yunan Shahada, menilai jam perangkat desa lebih tinggi daripada pegawai kantoran, petani ataupun buruh. Karena saat ada warga yang membutuhkan mereka harus siap. Karena itu, pihaknya siap membantu mengawal rancangan jaminan pensiun untuk perangkat desa. Mengingat sudah ada beberapa desa yang sudah ikut, namun meng-iur secara mandiri dari Siltapnya.

Data yang ada di BPJS Ketenagakerjaan, tercatat 91 dari 266 desa sudah mengikuti program jaminan pensiun secara mandiri dari penghasilan masing-masing perangkat desa. Dengan keikutsertaanya mereka akan dapat “Pensiunan” dari BPJS Ketenagakerjaan. “Kami berharap tidak hanya 91 desa saja yang mendapatkan manfaat program jaminan pensiun, namun semuanya,” harapnya. (nur)

Facebook Comments