Radar Kendal

Rapat Pleno Golkar Panas, Ada yang Pertahankan Setya Novanto

Rapat Pleno Golkar Panas

IKUT SIDANG – Menperin Airlangga Hartarto mengikuti sidang pleno Partai Golkar di DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa (21/17). Airlangga menjadi kandidat pengganti Novanto.
Istimewa

JAKARTA – Rapat Pleno DPP Partai Golkar yang sempat diskorsing pada Selasa (21/11) siang, diwarnai perdebatan tentang banyak hal. Salah satunya, masih ada pengurus yang ingin mempertahankan Setya Novanto.

Hal ini diungkap Ketua DPP Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita di sela-sela skorsing rapat tersebut. Perdebatan itu menurut dia berkorelasi dengan perlu tidaknya pelaksana tugas (plt) ketua umum dan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).

“Ini kan masih diskusi banyak hal. Saya kira positifnya ini menunjukan bahwa kami partai yang dewasa sekali. Berdebat, tukar pikiran, berbeda pandangan, dengan suasana dingin dan demokratis,” kata Agus.

Namun, Sekretaris Fraksi Golkar di DPR ini menilai perdebatan tersebut hal yang biasa, karena masing-masing pengurus punya perspektif dan cara berpikir yang berbeda. Tapi ketika sudah dibuat satu keputusan, dia berkeyakinan internal partai berlambang beringin hitam akan solid.

Saat ditanya apa saja yang menjadi perbedaan dalam rapat yang digelar secara tertutup tersebut, Agus menyebut banyak hal. Termasuk masih ada kader yang ingin mempertahankan Setya Novanto sebagai ketua umum.

“Nah salah satu itu. Ada memang yang pertahankan Novanto dan ada juga yang minta sudah waktunya Partai Golkar melakukan tindakan. Dan itu wajar saja,” ucap Agus.

Bagaimana dengan posisi ketua DPR yang juga dijabat Novanto yang berstatus tersangka dan sudah ditahan oleh penyidik KPK? Agus menyebutkan pembahasannya belum sampai ke sana.

**6 Kader Layak

Politikus Partai Golongan Karya (Golkar) Yorrys Raweyai mengatakan, pihaknya memiliki banyak tokoh yang bisa menggantikan Setya Novanto sebagai ketua DPR RI.

Novanto sendiri saat ini menghuni rumah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena terjerat dugaan korupsi proyek e-KTP.

Menurut Yorrys, DPR membutuhkan tokoh yang memiliki leadership dan bisa mengayomi karena membawa institusi yang prestisius.

Dia pun menyebut beberapa politikus Golkar seperti Fadel Muhammad, Mahyudin, Aziz Syamsudin, Bambang Soesatyo, dan Kahar Muzakir.

“Kita lihat siapa yang terbaik. Ada mekanismenya,” kata Yorrys, Selasa (21/11).

Yorrys juga menyebut nama Ade Komaruddin yang merupakan salah satu kader senior Golkar. “Akom (sapaan karib Ade Komaruddin) juga termasuk karena dia kader senior dan dia tentu saja masih anggota DPR,” jelas Yorrys. (boy/jpnn)

Facebook Comments