Radar Kajen

Pilkades Serentak Dibadi Tiga Gelombang

KAJEN – Masyarakat Kota Santri bakal kembali dihadapkan hajat besar Pemilihan Kepala Desa. Dalam pelaksanaan Pilkades serentak akan dibagi dalam tiga gelombang. Gelombang pertama dilaksanakan pada tahun 2018 diikuti sebanyak 33 desa, sedangkan gelombang kedua pada tahun 2019 diikuti 210 desa, sedangkan sisanya pada 2022.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PMD P3A DAN PPKB) Kabupaten Pekalongan, M Afib, menyatakan, ada tiga gelombang dalam Pilkades serentak. Untuk desa yang mengikuti pelaksanaan pilkades serentak gelombang pertama adalah kepala desa yang masa jabatannya berakhir pada semester pertama tahun ini, sedangkan untuk gelombang kedua adalah desa yang masa jabatannya berakhir tahun 2019.

“Tahapanya sudah mulai di Agustus ini. Kami menjadwalkan pelaksanaan pilkades serentak gelombang pertama pada bulan November 2018,” katanya.

Sebelumnya, Asisten I Setda, Ali Reza, menambahkan, ada beberapa aturan baru dalam pelaksanaan pilkades serentak tahun ini. Di antaranya, penggunaan gambar palawija dihilangkan dalam surat suara. Yang tertera hanya nama, foto, dan nomor urut calon kades.

“Dulu biasanya tiap calon digambarkan dengan gambar palawija seperti jagung, padi, dan ketela. Sekarang hanya nomor urut, foto, dan nama calon,” katanya.

Dalam pelaksanaan pilkades, lanjut dia, tidak boleh ada calon tunggal, atau melawan kotak kosong. “Untuk usia minimal calon adalah 25 tahun, tidak ada batasan usia maksimalnya,” terang dia.

Syarat lainnya, kata dia, pendidikan minimal SMP sederajat. Batasan maksimal mantan kades yang ingin kembali bertarung adalah tiga kali masa jabatan. Disebutkan, masa jabatan kades yang ada 6 tahun, 8 tahun, dan 10 tahun.

“Untuk yang pernah mengalami masa jabatan kades 10 tahun diitung dua kali menjabat kades,” terang dia.

Bagi calon kades dari unsur PNS, Polri, dan TNI aktif harus meminta izin pimpinannya dan tidak perlu mengundurkan diri saat maju dalam pencalonan. Mereka baru nonaktif setelah menjadi kades terpilih. (yon)

Pilkades serentak di 17 kecamatan, 33 desa, pada tanggal 21 november 2018.

1. Tajur (Kandangserang)
2. Trajumas (kandangserang)
3. Karanggondang (Kandangserang)
4. Werdi (Paninggaran)
5. Pamutuh (Lebakbarang)
6. Simego (Petungkriyono)
7. Wringinagung (Doro)
8. Karanggondang (akaranganyar)
9.Wonosari (Karanganyar)
10. sokosari (Karanganyar)
11. Tambakroto (Kajen)
12. Kutorojo (Kajen)
13. Sangkanjoyo (Kajen)
14. Brondong (Kesesi)
15. Sumubkidul (Sragi)
16. Tegalontar (Sragi)
17.Sumurjomlangbogo (Bojong)
18. Duwet (Bojong)
19. Ketitangkidul (Bojong)
20. sembungjambu (Bojong)
21. Pakisputih (Kedungwuni)
22. Ambokembang (Kedungwuni)
23. Watusalam (Buaran
24. Kertijayan (Buaran)
25. Karanganyar (Tirto)
26. Tegaldowo (Tirto)
27. Tanjung (Tirto)
28. Karangjati (Wiradesa)
29. Warukidul (Wiradesa)
3o. Blimbingwuluh (Siwalan)
31. Siwalan (Siwalan)
32. Pegandon (Karangdadap)
33. Api-api (Wonokerto)

Facebook Comments