Radar Kajen

Perhatikan Ini, Pilkades tak Lagi Pakai Gambar Palawija

KAJEN – Tahun ini, ada 33 desa di Kabupaten Pekalongan yang bakal melaksanakan Pilkades serentak pada tanggal 21 November 2018 mendatang. Pelaksanaan Pilkades kali ini, berbeda dari sebelum-sebelumnya. Yakni tampilan kertas suara yang tidak lagi memakai gambar palawija, seperti padi, ketela, kelapa, dan lain sebagainya, melainkan langsung menggunakan foto calon kepala desa.

Kepala Bapermades Kabupaten Pekalongan M Afib mengatakan, tanggal 6 Agustus 2018 ini sudah mulai memasuki tahap penyusunan panitia Pilkades di tingkat desa. “Ada 33 desa yang akan melaksanakan Pilkades. Pelaksanaannya tanggal 21 November, dan pelantikan 26 Desember,” ungkap Afib, kemarin.

Pihaknya sudah mengirimkan surat edaran ke 17 kecamatan, yang nantinya akan diedarkan ke 33 desa pelaksana Pilkades. “Sehingga, besok sudah mulai action,” kata Afib.

Untuk anggaran Pilkades, ada Rp16,5juta per desa. Meski demikian, pihaknya masih mengajukan menjadi Rp25juta per desa di dalam anggaran perubahan.

Diketahui, pelaksanaan Pilkades kali ini tidak ada pungutan dari calon kandidat. Panitia penyelenggara tidak boleh menarik iuran dari peserta calon kepala desa, alias gratis. Selain itu, kotak suara pemilih dibagi per wilayah dusun. Sehingga difokuskan ke masing-masing pemilih dusun. Dengan begitu, apabila ada dua kandidat yang memperoleh hasil suara dengan jumlah yang sama, maka akan dinilai dengan tingkat persebaran dusun.

Pasca 2018 nanti, Pilkades serentak juga akan digelar di tahun 2019 dengan jumlah penyelenggara sebanyak 210 desa se Kabupaten Pekalongan.

Seperti diketahui, 33 desa penyelenggara Pilkades Serentak Kabupaten Pekalongan tahun 2018 meliptuti, 1. Desa Tajur (Kandangserang), 2. Desa Trajumas (Kandangserang), 3. Desa Karanggondang (Kandangserang), 4. Desa Werdi (Paninggaran), 5. Desa Pamutuh (Lebakbarang), 6. Desa Simego (Petungkriyono), 7. Desa Wringinagung (Doro), 8. Desa Karanggondang (Karanganyar), 9. Desa Wonosari (Karanganyar), 10. Desa Sokosari (Karanganyar), 11. Desa Tambakroto (Kajen), 12. Desa Kutorojo (Kajen), 13. Desa Sangkanjoyo (Kajen), 14. Desa Brondong (Kesesi), 15. Desa Sumubkidul (Sragi), 16. Desa Tegalontar (Sragi), 17. Desa Sumurjomlangbogo (Bojong), 18. Desa Duwet (Bojong), 19. Desa Ketitangkidul (Bojong), 20. Desa Sembungjambu (Bojong), 21. Desa Pakisputih, (Kedungwuni), 22. Desa Ambokembang (Kedungwuni), 23. Desa Watusalam (Buaran), 24. Desa Kertijayan (Buaran), , 25. Desa Karanganyar (Tirto), 26. Desa Tegaldowo (Tirto), 27. Desa Tanjung (Tirto), 28. Desa Karangjati (Wiradesa), 29. Desa Warukidul (Wiradesa), 30. Desa Blimbingwuluh (Siwalan), 31. Desa Siwalan (Siwalan), 32. Desa Pegandon (Karangdadap), 33. Desa Api-api (Wonokerto). (yan)

Penulis: Muhammad Hadiyan | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments