Radar Batang

Wow, Kotak Perhiasan di Toko Emas Ternyata Bikinan KUB di Batang

Dok Istimewa
SERIUS – Bupati Wihaji didampingi istri nampak serius saat mencoba ikut membuat kota perhiasan di KUB Seruni, Desa Keborangan, Rabu (25/7).

BATANG – Siapa sangka, kotak perhiasan yang selama ini banyak kita jumpai di toko-toko emas dan penjual perhiasan merupakan produk lokal dari Kabupaten Batang. Hal itulah yang membuat Bupati Batang, Wihaji terkejut, karena produk tersebut ternyata dibuat di Desa Keborangan, Kecamatan Subah. Pemasarannya sendiri, saat ini sudah mampu menembus kota-kota besar di Indonesia.

“Saya terkejut, karena kotak perhiasan yang selama ini dapat kita jumpai di toko-toko emas, ternyata pembuatanya di Desa Keborangan. Ini merupakan prestasi yang sangat luar biasa,” ungkap Wihaji usai ikut dalam pembuatan kotak perhiasan hasil produk kerajinan ekonomi kreatif KUB (Kelompok Usaha Bersama) Seruni yang dilakukan pada rangkaian kegiatan Kunjungan Kerja Ngudo Roso jilid 7 ke Desa Keborangan, Rabu, (25/7).

Melihat kondisi tersebut, Wihaji mengungkapkan bahwa ekonomi kreatif menjadi bagian dari visi misi Pemkab Batang dengan One Vilage One Produk. Dan potensi desa seperti di Keborangan tersebut akan terus digali dan kembangkan sebanyak – banyaknya.
“Desa Keborangan akan kita jadikan contoh One Vilage One Produk sebagai pencetak kotak perhiasan. Virus ini akan kita tularkan sebagai strategi bisnis karena pasarnya jelas, bahan bakunya mudah dan pembuatanya pun mudah,” jelas Wihaji.

Wihaji juga berharap agar KUB bisa menggandengkan penerima manfaat PKH (Program Keluarga Harapan ) untuk membuat kelompok usaha meniru ekonomi kreatif. “Penerima manfaat akan kita bina dan latih meniru membikin kerajinan ekonomi kreatif, tapi membikin kotak sarung dan kotak batik, sehingga tidak bersaing dan pasarnya jelas,” bebernya.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Batang, Wahyu Budi Santosa mengatakan, kegiatan ekonomi kreatif KUB Seruni akan dibina dan bantu dalam pemasaranya bersama Dinas Perdagangan agar bisa lebih berkembang lagi. Bahkan kedepannya kotak perhiasan akan dibranded melalui digital marketing dengan pemasaran online. Selain itu juga membantu menjembatani dan membantu permodalanya.

“Tak hanya itu, kegiatan ekonomi kreatif ini akan kita kembangkan menjadi salah satu tujuan obyek wisata,” Wahyu.

Ketua KUB Seruni, Kastiah menjelaskan, pembuatan kotak perhiasan sudah berlangsung selam 10 tahun dengan pekerja 13 orang.

” Untuk kotak perhiasan kita pasarkan ke Jakarta, Semarang, Pekalongan dengan omset satu bulan mencapai Rp15 juta. Untuk harga jualnya satu lusin mencapai Rp45 ribu hingga Rp55 ribu,” ungkap Kastiah.

Kastiah berharap Pemkab Batang bisa membantu dalam pemodalan dan pemasaran melalui online. Mengingat selama ini selama ini dalam memasarkanya masih manual atau mendatangi toko-toko perhiasan. (don)

Facebook Comments