Radar Batang

Kurangi Dampak Tol, Wihaji Ajukan Konsep TOD

Kurangi Dampak Tol, Wihaji Ajukan Konsep TOD

JUMPA PERS – Bupati Wihaji didampingi Kabag Humas Setda Batang, Triossy Juniarto saat memberi keterangan kepada wartawan terkait pertemuannya dengan Presiden Jokowi.

*Disetuji Presiden RI Joko Widodo

BATANG – Konsep Transit Oriented Development (TOD) untuk mengurangi dampak tol yang diajukan oleh Bupati Batang, Wihaji, ternyata disetujui oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Konsep TOD sendiri dirancang guna mengurangi dampak keberadaan jalan tol terhadap pemilik Usaha Kecil dan Menengah, terutama pelaku ekonomi kreatif dan kuliner.

“Saat berbincang, saya sampaikan pada Presiden Jokowi tentang konsep TOD yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Batang yang terdampak pembangunan jalan tol. Mengingat pada arus mudik dan balik lebaran 2018 kemarin,   para penggerak ekonomi kreatif dan  kuliner mengalami penurunan sekitar 60 persen. Karena rata – rata pedagang yang berada di jalur pantura tidak laku, baik pedagang kecil maupun pedagang kelas menengah termasuk rumah makan,” jelas Bupati Wihaji saat jumpa pers di Bagian Humas Pemkab Batang, Minggu (8/7).

Bupati Batang Wihaji sendiri sebelumnya di undang Presiden bersama 18 Kabupaten dan sebagai perwakilan  Bupati Jawa Tengah untuk berbincang – bincang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi. Presiden menuturkan bahwa situasi ekonomi dunia sekarang penuh dengan ketidakpastian dan sulit dikalkulasi dengan kondisi ekonomi.

Wihaji mengungkapkan, kepada Presiden dirinya juga secara langsung mengungkapkan usulan agar ada penambahan exit tol dan rest area yang connecting dengan obyek wisata. Hal itu merupakan konsep baru yang dinamakan TOD untuk menyelamatkan UMKM dan UKM Batang.

“Dua lokasi penambahan exit tol yang saya usulkan yaitu pertama di Desa Pasekaran sebagai jalur wisata menuju isata Bandar dan Dieng, serta akses menuju Kabupaten tetangga Banjarnegara dan Wonosobo. Sedangkan yang kedua di Desa Plelen yang rest area di KM 398, yaitu di daerah pantai Celong, karena lokasi tersebut langsung lihat view pantai. Selain itu juga untuk menyelamatkan kuliner di wilayah Gringsing, mengingat disana banyak rumah makan cukup besar di sana. Dan kita sudah berkoordinasi dengan PTPN yang siap memberikan tanah yang di butuhkan, ” beber Wihaji,

Pada kesempatan itu, Wihaji juga meminta agar pelibatan pemerintah daerah dalam penentuan rest area. Hal itu dimaksudkan agar pelaku usaha UMKM dan UKM bisa ikut bejualan di rest area. “Selama ini pemda tidak dilibatkan,  sehingga sangat merugikan rakyat, khususnya masyarakat Batang. Dan Alhamdulillah, pada kesempatan itu Presiden sangat respon positif atas usulan saya dan langsung memerintahkan Sekertaris Negaranya untuk langsung berkordinasi  dengan Kementerian  PU, BPJT, BUJT agar usulan Pemkab Batang untuk dapat direalisaikan secepatnya,” pungkas Wihaji. (don)

Penulis: Doni Widyo

Facebook Comments