Ini Mesin Cuci Tanpa Listrik

by -
INOVATIF: Mesin cuci gowes karya mahasiswa UMM. (Dok. Humas UMM for JawaPos.com)
INOVATIF: Mesin cuci gowes karya mahasiswa UMM. (Dok. Humas UMM for JawaPos.com)

Sekelompok mahasiswa Prodi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Muhammdiyah Malang (UMM) menghasilkan sebuah karya. Adalah Mesin Cuci Gowes. Mesin cuci itu dibuat dengan memodifikasi berbagai peralatan lama.

Ide pembuatan Mesin Cuci Gowes bermula dari masalah sehari-hari yang dihadapi rumah tangga. Yakni, biaya listrik yang semakin mahal karena penggunaan mesin cuci.

Di bawah bimbingan dosen Muhammad Lukman, kelompok mahasiswa tersebut manfaatkan mesin cuci rusak yang sudah tidak dipakai lagi. Kemudian menggabungkannya dengan sepeda.

Inovasi yang ditelurkan Arfian Sinatrya Darussalam bersama delapan rekannya itu memberikan solusi bagi ibu rumah tangga. Terutama dalam memudahkan mencuci baju dengan biaya yang relatif murah.

Mesin cuci dibuat dengan manfaatkan beberapa bagian rangka mesin. Lalu dirangkai dengan semacam gir untuk memutar bagian dalam mesin cuci. “Kami pakai alat bekas, kemudian dimanfaatkan kembali. Komponen yang bisa digunakan, kami gunakan,” beber Arfian, Selasa (3/7).

Mengandalkan kaki untuk menggowes, alat ini cukup mudah digunakan. Sama halnya dengan mesin cuci pada umumnya. Alat cuci gowes juga bisa berputar untuk membersihkan pakaian. Adapun putarannya disesuaikan dengan kekuatan gowes.

Memakan waktu pengerjaan sekitar tiga bulan, proses penyempurnaan terus dilakukan. Mulai dari riset hingga produksi. “Kami ingin membuat mesin cuci gowes yang lebih baik dan lebih baik lagi,” tutur Arfian.

Saat ini, Mesin Cuci Gowes masih di pakai secara pribadi oleh Arfian dan teman-temannya di kos. Setelah unjuk gigi di gelar produk universitas, mesin cuci akan di ikutkan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Mereka pun berharap kelak Mesin Cuci Gowes dapat diproduksi massal dan dikomersilkan.

Mata kuliah Pengembangan Produk menjadi awal dari mahasiswa menghasilkan suatu karya. Baik memodifikasi alat lama atau membuat karya baru yang belum pernah ada sebelumnya.

“Keterampilan jurusan teknik industri salah satunya adalah membuat suatu produk yang mana nantinya dapat diaplikasikan. Baik untuk dunia industri maupun masyarakat,” tegas Sekretaris Prodi Teknik Industri UMM Dian Palupi Restuputri.

(tik/JPC)