Kisah Haru Polisi, 7 Jam Gantian Gendong Kotak Suara Menyisir Hutan

by
istimewa/jawapos Dua orang polisi berjalan di tengah hutan. Mereka saling bergantian membawa logistik empat buah kotak suara.
istimewa/jawapos
Dua orang polisi berjalan di tengah hutan. Mereka saling bergantian membawa logistik empat buah kotak suara.

SIANTANG – Anggota Kepolisian harus siap bertugas dimanapun berada. Sekalipun mereka harus menembus hutan. Itu lah yang dialami para anggota dari Polres Siantang, Kalimantan Barat pada saat pengamanan Pilkada 2018, seperti digambarkan dalam video yang beredar di kalangan wartawan.

Dalam video sekitar hampir tiga menit itu, tampak dua orang polisi yang berjalan di tengah hutan. Namun yang menjadi perhatian adalah, ketika mereka saling bergantian membawa logistik empat buah kotak suara. Tanpa menggunakan alat bantu apapun, mereka membawa kotak tersebut dengan cara menggendongnya.

Bahkan mereka berjalan kaki tanpa alas menempuh waktu selama kurang lebih tujuh jam perjalanan. Brigadir Valentinus dan Brigadir Marten yang belakangan diketahui adalah anggota yang membawa logistik tersebut ditemani dengan beberapa penduduk lokal.

“Medannya begitu banyak tanjakan tinggi, saya di kalimantan barat baru pertama kali ketemu Desa Jungai lah jalan seperti ini. Perjalanan ini baru separuhnya menuju ke motor air yang nantinya kita akan gunakan lagi (mengantar kotak suara),” kata Brigadir Marten di dalam video tersebut.

Dia mengatakan akan mengantar logistik itu ke Desa Telajung Medan dan Desa Jengkalang. “Kedua desa ini merupakan desa yang paling ujung terletak di dekat sungai Melawi, Kecamatan Ambalau, Kabupaten Sintang,” imbuhnya.

Namun perjalanan itu katanya belum separuhnya untuk menuju ke Kecamatan Ambalau. Butuh waktu sekitar tiga jam lagi untuk menuruni bukti dan melanjutkan perjalanan menggunakan motor air.

Dalam membawa logistik tersebut, mereka bukan hanya dihadapkan oleh medan yang berat. Kondisi alam juga jadi tantangannya. “Tidak hanya banjir saja yang bisa menghambat, musim kemarau pun lebih parah lagi jika kita menggunakannnya (motor air),” tukas Marten.

Perjuangan dua anggota polisi tersebut mendapat perhatian Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto. Dia pun merasakan hal yang sama ketika harus meninjau daerah perbatasan di Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara yang berbatasan dengan Serawak, Malaysia.

“Bayangkan kaya gini nih di Kalbar, jaraknya jauh. Contoh perbatasan kita di Sintang itu Kalbar dengan Selawak, ini lebih berat lagi bawa kotak-kotak ini,” kata dia.

Melihat perjuangan ini, Setyo sangat kesal dengan adanya tudingan polisi mengarahkan dalam Pilkada serentak 2018. Terlebih, hingga kini masih ada dua anggotanya yang belum ditemukan pasca diserang kelompok bersenjata di daerah Torere, Kabupaten Puncak Jaya, Papua kemarin.

“Berempati sedikit lah, sudah ada kejadian seperti ini dituduhnya mengarahkan, waduh sadis banget lah,” pungkasnya. (jawapos.com)