Metro Pekalongan

Alhamdulillah, Penjualan Batik Setono Lebaran Ini Lebih Baik

Saelany Tinjau Setono

TINJAU – Walikota Pekalongan meninjau kondisi Pasar Grosir Setono pasca libur Idulfitri lalu. Berdasarkan laporan, tahun ini kondisi penjualan batik lebih baik dibandingkan tahun lalu

Walikota Pekalongan Tinjau Grosir Setono Pasca Idulfitri

Walikota Pekalongan, Moch Saelany Machfudz, meninjau Pasar Grosir Setono dalam rangka mengetahui kondisi pasar batik terbesar itu selama periode libur Idulfitri kemarin. Didampingi Sekda Kota Pekalongan, Sri Ruminingsih, Walikota berbincang dengan sejumlah pedagang terkait kondisi penjualan selama libur lebaran.

Dari hasil tinjauan Walikota, diketahui bahwa kondisi penjualan batik di Pasar Grosir Setono pada libur lebaran tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya meski menghadapi kondisi yang sama, yakni adanya jalan tol. Berdasarkan pengakuan pedagang, lebaran tahun ini ada peningkatan penjualan sekitar 60 persen khususnya saat arus balik.

“Penjualan batik di Pasar Grosir Setono tahun ini lebih baik dibandingkan tahun lalu meskipun menghadapi masalah yang sama. Tingkat penjualan naik rata-rata 60 persen yang utamanya didapat saat arus balik. Ini menunjukkan ada satu peningkatan yang positif. Apalagi nanti jika interchange sudah rampung dan dapat digunakan kami yakin akan lebih baik lagi,” kata Walikota.

Mengenai jalur interchange, Walikota menegaskan bahwa pembangunannya sudah dapat selesai akhir tahun ini. Saat ini progres pembangunan sudah mencapai 60 persen yakni hingga ke wilayah Sokoduwet. Bahkan untuk pengurugan sudah seluruhnya selesai dilakukan. “Akhir tahun ini selesai. Progres sudah 60 persen. Semoga adanya interchange nanti dapat memberikan dapat yang lebih baik untuk Kota Pekalongan,” harapnya.

Salah satu pedagang batik di Pasar Grosir Setono, Hidasari, mengaku kondisi penjualan batik selama libur lebaran tahun ini memang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. “Dua tahun ini kondisinya memang beda. Dulu sebelum ada jalan tol baik arus mudik maupun arus balik selalu terjadi peningkatan penjualan,” katanya.

Sementara tahun lalu, ia menyatakan penjualan batik terjun bebas. Peningkatan tetap terjadi pada arus balik, namun tidak signifikan. Tahun ini, dikatakan Hidasari kondisi sedikit lebih baik. “Mudiknya tetap seperti biasa tidak ada peningkatan. Saat arus balik ada peningkatan. Tahun ini lebih baik dari tahun lalu. Semoga ketika da exit tol kondisinya bisa kembali seperti dulu sebelum ada jalan tol,” katanya.

Hal yang sama disampaikan pedagang lainnya, Nur Lailiyah. Ia menyatakan bahwa tahun ini sedikit ada peningkatan penjualan saat momen libur lebaran meskipun masih jauh jika dibandingkan dengan sebelum adanya jalan tol. “Dulu bisa Rp15 juta sampai Rp25 juta per hari omsetnya sebelum ada jalan tol. Sekarang kami harus buka sampai malam untuk mengejar omset Rp10 juta,” ujarnya.

Harapan yang sama juga diucapkan Nur Laili terkait hadirnya jalur interchange. Ia berharap bahwa apa yang menjadi tujuan dibangunnya interchange benar-benar terwujud. “Semoga dampak positifnya ada sehingga setidaknya Pasar Grosir Setono bisa kembali seperti dulu lagi,” tandasnya. (nul)

Facebook Comments