Radar Kendal

Ingat, Tidak Boleh Ada Jual Beli Kursi PPDB

Agus Rifai

Agus Rifai

*Disdikbud Ancam Tindak Tegas

KENDAL – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal menegaskan tidak boleh ada upaya titip menitip siswa dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB). Kebijakan itu juga sebagai tindak lanjut atas edaran Mendikbud RI.

“Kami akan awasi kegiatan penerimaan siswa baru agar tidak ada istilah titip menitip calon siswa baru atau jual kursi oleh oknum guru. Kalau ada, pasti akan kami berikan sanksi tegas,” tandas kepala Disdikbud Kendal, Agus Rifai, Kamis (28/6).

Karena itu, proses dan tahapan PPDB kata dia membutuhkan pengawasan dan ketegasan dari segenap stakeholder terkait. Sebab, kegiatan penerimaan siswa baru bisa saja disalahgunakan oleh oknum guru dan kepala sekolah untuk mencari keuntungan pribadi.

“Kalau terjadi, itu masuk kategori korupsi, pungli, sehingga bisa diproses secara hukum,” ucapnya.

Agus meminta jajaran kepala sekolah dan guru mau men jalankan tugas dalam proses PPDB secara baik dan benar dengan memedomani aturan yang ada. “Jangan sampai ada titip-titipan siswa. Apalagi, ini instruksinya langsung dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI,” imbuhnya.

Sementara menyikapi polemik sistem zonasi dalam ketentuan PPDB, Agus justru menilainya sangat bagus. Implementasi ketentuan itu justru nantinya memudahkan peserta didik, karena siswa tak harus menempuh perjalanan jauh untuk pergi ke sekolah.

Namun demikian, Agus tak menampik jika sistem zonasi juga menyisakan permasalahan tersendiri, utamanya untuk wilayah-wilayah perbatasan, misal dengan Temanggung atau Semarang. Dalam kasus itu, sekolah luar daerah justru lebih dekat dibanding harus di Kota Kendal.

“Terkait masalah ini, nanti Disdikbud akan membuat kebijakan tersendiri untuk mencarikan solusinya,” pungkasnya. (sef)

Penulis: Akhmad Saefudin | Radar Pekalongan
Redaktur: Doni Widyo

Facebook Comments