Melihat Capaian Pembangunan Dua Tahun Kepemimpinan Asip-Arini

by
Asip Bagikan Tas
PENDIDIKAN - Bupati Pekalongan Asip Kholbihi juga konsen dalam pembangunan pendidikan melalui beasiswa dari tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK, bahkan sampai perguruan tinggi. MUHAMMAD HADIYAN
Asip Bagikan Tas
PENDIDIKAN – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi juga konsen dalam pembangunan pendidikan melalui beasiswa dari tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK, bahkan sampai perguruan tinggi.
MUHAMMAD HADIYAN

Angka Kemiskinan Menurun, Tingkat Kepuasan Masyarakat Naik

Genap dua tahun masa kepemimpinan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi dan Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti sejak dilantik pada 27 Juni 2016, oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang. Selama kurun dua tahun itu Asip-Arini telah merealisasikan fokus pembangunan secara bertahap. Signal perbaikan perekonomian pun mulai tampak dari berbagai capaian indikator makro pembangunan daerah di Kota Santri.

Beberapa program pembangunan sudah dijalankan selama dua tahun itu. Meski demikian, dirasakan masih belum cukup bagi pasangan Asip Kholbihi – Arini Harimurti. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Kabupaten Pekalongan tahun 2017 mencapai angka 84. Angka ini lebih tinggi dibandingkan IKM nasional yang hanya berada di angka 74.

“Selama dua tahun ini, beberapa program pembangunan sudah dijalankan. Tapi masih ada perasaan tidak puas. Bagi saya, kepuasan itu bukan pada kita, tapi pada masyarakat. Meskipun survei kemarin, tingkat kepuasaan masyarakat menunjukan angka yang lumayan bagus,” ujar Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, baru-baru ini.

Menurut Asip, beberapa program yang sudah dijalankan, semuanya berangkat dari visi misi mewujudkan tatanan masyarakat Kabupaten Pekalongan yang sejahtera lahir dan batin, religius, berbasis potensi lokal, serta tidak melupakan akses sustainability. Upaya ini harus diiringi dengan kerja keras, cerdas, dan kerja trengginas, serta dilakukan bersama-sama oleh seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

Capaian indikator makro pembangunan kabupaten menunjukkan hasil yang lumayan baik. Di antaranya, angka kemiskinan di tahun 2016 sebesar 12,98 persen, pada tahun 2017 turun menjadi 12,61 persen. Pertumbuhan ekonomi naik dari 4,8 menjadi 5,16. “Angka inflasi kita paling bagus, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pekalongan naik menjadi 68. Pertumbuhan ekonomi yang lumayan, angka kemiskinan cenderung turun, dan IPM cenderung naik. Sehingga, jika dilihat dari indikator capaian makro pembangunan ada hasil yang baik,” ungkap Asip.

Bupati Asip menegaskan, pihaknya akan bekerja keras lagi agar kualitas pendidikan di Kabupaten Pekalongan semakin meningkat dan derajat pelayanan kesehatan semakin baik. Pada awal ia menjabat sebagai Bupati, Kabupaten Pekalongan merupakan kabupaten dengan tingkat kematian ibu hamil tertinggi. Menurutnya, angka kematian ibu hamil sekarang sudah turun drastis, dan pada tahun 2018 ini angkanya sudah turun secara signifikan.

“Balita yang stunting, pendek, dan gizi buruk masih banyak, bahkan nomor lima di Jateng. Sekarang bekerja sama dengan beberapa perusahaan baik di dalam maupun luar negeri, kemarin yang dinyatakan stunting sekarang sudah pulih kembali. Ini menunjukan program pemenuhan kebutuhan dasar kesehatan bisa dikatakan berhasil, walaupun kita belum puas karena masih banyak sekali yang perlu ditangani dengan baik,” tandasnya.

Di bidang pendidikan, pemda melakukan intervensi dengan memberikan beasiswa dari tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK, bahkan sampai perguruan tinggi. Hal ini menunjukan ada ruang partisipasi pemerintah terhadap akselerasi pendidikan kepada anak-anak. “Kita bantu biaya pendidikannya melalui beasiswa dari Kartu Kajen Cerdas,” terangnya.

Selain itu, program-program pemerintah seperti Kartu Indonesia Sehat dilengkapi dengan Kartu Kajen Sehat, dengan anggaran hampir Rp 20 miliar. Sehingga rasio mencukupi untuk kebutuhan masyarakat di tingkat pelayanan kesehatan. Meskipun diakuinya masih ada kekurangan, namun akan dilakukan perbaikan di tiga tahun kedepan.

“Kebutuhan dasar yang penting adalah infrastruktur. Dari tahun 2017, kita mulai dari LKPj pertama di tahun 2017, tahun itu full bekerja satu tahun menyelesaikan hampir 75 persen infrastruktur yang rusak di Kabupaten Pekalongan. Sekarang ada kerusakan akibat pembangunan jalan tol trans Jawa, itu pun kita sudah mempunyai skema untuk menyelesaikannnya. Insya Allah untuk infrastruktur tahun 2019 sudah selesai semua,” tandas Asip.

Kerjasama Penanganan Rob
KERJASAMA PENANGANAN ROB – Dalam upaya penanganan rob di pesisir, Pemkab melakukan kerjasama dengan HHSK yang merupakan lembaga pengelola air dari Kota Rotterdam, Belanda.
MUHAMMAD HADIYAN

Di samping infrastruktur jalan, infrastruktur pengairan juga akan diperhatikan dengan baik untuk mempertahankan daerah surplus beras. Pada tahun 2017, Kabupaten Pekalongan surplus beras sekitar 100 ribu ton, dari luas lahan pertanian berkelanjutan 24 ribu hektare. Hal ini, lanjut Asip, menunjukan angka yang cukup bagus dan harus dipertahankan, bahkan secara kualitas dan kuantitas harus ditingkatkan. “Infrastruktur jalan, irigasi, dan lain-lain akan ditunjang dengan pembangunan Pasar Kedungwuni, UMKM centre di Kedungwuni, Pasar Doro, Pekajangan, dan Bligo. Ini untuk memperkuat pembangunan di infrastruktur pasar,” katanya.

Program penanggulangan rob, pada tahun 2017-2018, sudah ada titik terang. Di tiga desa, yakni Desa Mulyorejo, Tegaldowo, dan Karangjompo, bisa diatasi dengan tanggul darurat, dengan anggaran APBD TA 2017 sebesar Rp 2,4 miliar. Tanggul darurat ini akan disempurnakan dengan pembuatan tanggul raksasa melalui anggaran APBN, dimana di Kabupaten Pekalongan besarannya sekitar Rp 489 miliar. “Pembangunan tanggul raksasa ini diharapkan nantinya akan menyelesaikan persoalan rob di pesisir,” tandasnya. (adv)