Liburan di Pantai, Bocah Tenggelam Terseret Ombak

by
Pencarian Bocah Tenggelam
PENCARIAN – Pencarian jasad korban terus dilakukan oleh tim gabungan dari Sat Polairud Polres Batang, Basarnas, BPBD Kabupaten Batang dan relawan lainnya. M Dhia Thufail
Pencarian Bocah Tenggelam
PENCARIAN – Pencarian jasad korban terus dilakukan oleh tim gabungan dari Sat Polairud Polres Batang, Basarnas, BPBD Kabupaten Batang dan relawan lainnya.
M Dhia Thufail

BATANG – Nasib naas menimpa bocah berusia 8 tahun bernama Gilang warga Desa Klidang Wetan, Kabupaten Batang. Ia tewas tenggelam, terseret ombak besar saat sedang menikmati libur Lebaran bersama sanak keluarganya di wilayah Pantai Sigandu, Kabupaten Batang, Jum’at (22/6) siang.

Tim gabungan yang terdiri dari Satpolairud Polres Batang, Pos AL, BPBD Kabupaten Batang, Basarnas dan relawan lainnya langsung menyisir lokasi kejadian guna menemukan jasad korban yang diketahui tenggelam sejak pukul 12 siang

Dijelaskan Safitri Sepupu korban, bahwa kejadian tersebut bermula saat korban bersama keluarganya berenang di wilayah Pantai Sigandu Batang untuk menikmati libur Lebaran. Namun naas, karena lolos dari pengawasan keluarganya, korban yang saat itu asik berenang dilokasi yang dalam, langsung terseret arus dan tenggelam.

“Kami saat itu berada di pinggiran pantai, namun Rizal masih berenang di tengahan. Sudah kami ingatkan, namun mungkin ia tidak mendengarnya,” terang Safitri.

Ia mengatakan, saat melihat korban tenggelam, keluarga yang berada di pinggiran pantai tidak bisa berbuat banyak. Mengingat kondisi pasang air laut yang begitu besar. Akhirnya keluarga hanya bisa pasrah dan meminta pertolongan.

“Kami tidak mampu berbuat banyak, karena ombak dan arus yang begitu besar. Akhirnya kami meminta bantuan pada orang orang disekitar lokasi yang kebetulan lewat dan diteruskan ke petugas berwenang,” bebernya.

Kepala BPBD Kabupaten Batang Ulul Azmi yang ikut langsung dalam pencarian jasad korban mengatakan pihaknya langsung mengambil langkah cepat untuk menyisir lokasi kejadian tenggelamnya korban.

“Kita sisir bersama tim gabungan di sekitar tempat kejadian korban tenggelam. Kita juga gunakan perahu dan kapal untuk menyisir ke jarak atau radius yang lebih jauh dari titik tenggelamnya korban, karena kemungkinan jasad korban terbawa arus hingga jauh,” katanya.

Ulul mengatakan, bahwa memang saat ini cuaca sedang tidak bersahabat. Pasang air laut masih tinggi, karena memasuki musim baratan. “Musim Baratan mas, jadi gelombang besar dan tinggi. Oleh karenanya, kami bersama petugas terkait sudah memasang rambu rambu larangan dan menyiagakan sejumlah petugas,” terangnya.

Sementara itu dikatakan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Batang, Wahyu Budi Santoso, bahwa lokasi kejadian tenggelamnya korban diluar dari kewenangan atau penjagaan pihaknya. Karena lokasi kejadian tersebut tidak berada dalam kawasan Pantai Sigandu Batang.

“Lokasinya berada di sebelah timur Dolpin Center, bukan di dalam kawasan Pantai Sigandu. Karena kalau di dalam kawasan Pantai Sigandu, kita sudah pasang sejumlah rambu berupa bendera merah dan papan peringatan, serta petugas penjagaan. Oleh karenanya, kejadian ini diluar pengawasan kita,” tandasnya.

Hingga Jum’at sore, korban yang diketahui masih duduk dibangku kelas 1 sekolah dasar (SD) itu belum bisa ditemukan. Pencarian rencananya akan terus dilakukan sampai korban ditemukan. (fel)