Puluhan Disita, Ribuan Balon Udara Tetap Mengangkasa

by
Razia Balon Udara
DISITA - Puluhan balon berbagai ukuran, berikut ratusan petasan, bahan pembuatan balon, maupun cerobong asap untuk menerbangkan balon udara disita di Mapolres Pekalongan Kota, Jumat (22/6). WAHYU HIDAYAT / RADAR PEKALONGAN
Razia Balon Udara
DISITA – Puluhan balon berbagai ukuran, berikut ratusan petasan, bahan pembuatan balon, maupun cerobong asap untuk menerbangkan balon udara disita di Mapolres Pekalongan Kota, Jumat (22/6).
WAHYU HIDAYAT / RADAR PEKALONGAN

*Razia Balon Udara

KOTA – Polres Pekalongan Kota bersama Kodim Pekalongan, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan telah menggelar sosialisasi maupun razia gabungan selama beberapa hari terakhir untuk mencegah pelepasan balon udara tanpa ditambatkan di wilayah Kota Pekalongan karena dapat membahayakan penerbangan.

Razia gabungan bahkan kembali digencarkan sejak Jumat (22/6) dini hari di segala penjuru wilayah hukum Polres Pekalongan Kota oleh masing-masing polsek.

Hasilnya, sedikitnya 90 balon udara berbagai ukuran berhasil disita maupun diserahkan secara sukarela oleh masyarakat, sebelum balon-balon tersebut berhasil mengangkasa. Selain itu, petugas juga menyita 424 petasan berbagai jenis dan ukuran, 4 cerobong asap (untuk menerbangkan balon), 28 bahan pembuatan balon (kertas maupun plastik), 7 buah alat pembakar, dan beberapa jeriken minyak.

Hanya saja, keberhasilan petugas itu belum sebanding dengan jumlah balon-balon udara yang berhasil diterbangkan masyarakat. Sejak Jumat (22/6) dini hari, langit Kota Pekalongan dan sekitarnya masih dipenuhi ribuan balon udara berbagai ukuran. Balon-balon tersebut membumbung tinggi terbang bebas ke angkasa.

Untuk mencegah supaya masyarakat Pekalongan tidak melepas balon-balon udara tanpa ditambatkan, pihak Airnav Indonesia bekerja sama dengan Pemkot Pekalongan dan instansi terkait pun telah menggelar festival balon udara tambat. Tujuannya supaya tradisi masyarakat Kota Pekalongan dan sekitarnya yang melepas balon udara untuk memeriahkan syawalan tetap ada namun tidak sampai membahayakan penerbangan. Hanya saja ternyata jumlah balon udara tambat yang diikutkan dalam festival, jauh lebih sedikit dibandingkan yang diterbangkan secara bebas oleh masyarakat.

Direktur Navigasi Penerbangan Kementerian Perhubungan, Elfi Amir, mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih pada masyarakat dan semua pihak atas suksesnya penyelenggaraan festival balon. Pihaknya juga mengapresiasi upaya maksimal jajaran kepolisian bersama TNI, pemerintah, dan instansi terkait untuk mencegah masyarakat supaya tidak melepas balon udara tanpa ditambatkan.

Namun diakuinya ada beberapa hal yang masih menjadi catatan. “Kami melihat peserta festival balon di Pekalongan masih cukup sedikit. Dan saya masih melihat langsung, balon udara yang dilepaskan masyarakat, yang tanpa ditambatkan dan tidak terkontrol masih lebih banyak jumlahnya,” katanya, saat gelar perkara hasil razia balon udara di Mapolres Pekalongan Kota, Jumat (22/6) sore.

Pihaknya pun mengingatkan bahwa telah ada aturan tegas tentang sanksi penerbangan balon udara tanpa awak karena bisa membayakan penerbangan. Sebagaimana diatur dalam UU No 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Pelaku bisa diancam pidana kurungan 2 tahun dan atau denda Rp500 juta.

Dia menambahkan, Kemenhub pun terus mensosialisasikan upaya menjaga keselamatan penerbangan, sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan No 40 Tahun 2018 tentang Penggunaan Balon Udara pada Kegiatan Budaya Masyarakat.

“Agar balon udara tidak dilepas ke udara begitu saja, tapi ditambatkan. Pemerintah tidak melarang bahkan sangat mendukung tradisi atau budaya melepas balon udara, tetapi balonnya harus ditambatkan, jangan dilepas bebas tak terkontrol,” tegas Elfi Amir.

Dia menambahkan, pihak otoritas penerbangan telah menerima beberapa laporan masih banyaknya balon-balon udara yang beterbangan di langit Pekalongan. Padahal, langit di atas Pekalongan merupakan jalur penerbangan pesawat yang paling padat di Indonesia.

Terbang bebasnya balon-balon udara itu dapat membahayakan penerbangan karena jangkauan terbangnya mampu melampaui ketinggian terbang pesawat. Apalagi jika secara visual, pilot pesawat tidak dapat melihat jelas keberadaan balon-balon yang terbang bebas itu. “Tapi kita masih bersyukur kemarin maupun saat-saat ini cuaca cukup mendukung, pilot bisa visual melihat balon-balon itu sehingga tidak sampai tertabrak pesawat. Kalau sampai tertabrak pesawat, bisa bahaya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu menyatakan jajarannya bersama instansi terkait telah melakukan upaya maksimal agar masyarakat tidak melepas balon udara tanpa ditambatkan. “Tetapi memang, untuk mengubah suatu kebiasaan masyarakat yang sudah mentradisi sejak lama, butuh waktu yang tidak singkat. Harus ada upaya penindakan dan sosialisasi terus menerus,” imbuh Kapolres. (way)

Penulis: Wahyu Hidayat | Radar Pekalongan
Redaktur: Abdurrahman