Radar Tegal

Pilkades Berujung Demo, Ratusan Warga Geruduk DPRD

Pilkades Berujung Demo

DEMO – Ratusan warga Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal menggeruduk kantor DPRD setempat, kemarin.
YERRY NOVEL

SLAWI – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal berujung demo. Ratusan warga dari desa tersebut mendesak adanya penghitungan ulang surat suara yang dinyatakan rusak. Keinginannya itu disampaikan para pendukung dari calon kepala desa nomor urut 4 di Gedung DPRD Kabupaten Tegal, Rabu (15/11). Di gedung itu, mereka ditemui Ketua DPRD Kabupaten Tegal A Firdaus Assyairozi, Wakil Ketua DPRD Rustoyo (PDI Perjuangan), Wakil Ketua DPRD Agus Solichin (Partai Golkar) dan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tegal Agus Salim. Dalam kesempatan itu, tampak pula Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermades) Prasetyawan dan Inspektur Inspektorat Kabupaten Tegal Aribawa.

Koordinator Tim Pemenangan, Aenul Yakin saat melakukan audensi dengan Pimpinan DPRD mengaku kedatangannya bersama ratusan warga untuk mengadukan kejanggalan dan kecurangan yang terjadi sebelum, saat dan setelah pelaksanaan tahapan pemungutan suara. Kejanggalan dan kecurangan itu disebutnya terjadi secara kasat mata dan dikondisikan.

“Banyak warga yang secara konstitusional punya hak memilih, warga asli Sidaharja, punya KK dan KTP, tapi pada kenyataannya tidak bisa mencoblos dengan alasan tidak dapat undangan. Padahal sebelumnya sudah didata. Menurut kami ini pelanggaran, merampas hak konstitusional warga,” kata Aenul.

Dia juga mengungkapkan kondisi tempat pemungutan suara (TPS) hanya memiliki satu pintu. Padahal jumlah warga yang masuk daftar pemilih tetap (DPT) di Desa Sidaharja mencapai 5.913 orang. Kondisi itu menyebabkan warga harus berdesak-desakan sehingga banyak yang gagal menggunakan hak pilihnya.

“Malah ada warga yang schok dan pingsan. Sampai jam 2 belum selesai, masih desak-desakan. Kami sempat minta perpanjangan waktu, tapi tidak disetujui, akhirnya warga tidak bisa memilih. Ini juga bentuk perampasan hak,” ungkapnya.

Aenul juga menyebut adanya pendukung pasangan calon tertentu yang sengaja dimobilisasi untuk menghalang-halangi pendukung calon nomor 4 saat hendak mencoblos. “Mereka melakukan presure fisik di pintu masuk, menahan warga pendukung saya, dan memudahkan warga pendukung calon kadernya melenggang masuk ke TPS,” bebernya.

Aenul juga menyoroti adanya 809 kertas suara yang dinyatakan tidak sah karena kesalahan mencoblos dan merugikan calon nomor urut 4. Pemilih tidak lebih dulu membuka seluruh lipatan kertas suara sebelum mencoblos. Kesalahan itu terjadi salah satunya karena tidak adanya sosialisasi dari panitia pelaksana pilkades maupun dinas terkait. “Jika mengacu peraturan KPU, asal tidak mengenai gambar calon lain, coblosan yang tembus ke lipatan di bawahnya (simetris) bisa dinyatakan sah,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kabupaten Tegal A Firdaus Asyairozi meminta Dispermasdes serius menyikapi tiap aduan terkait pelaksanaan pilkades yang masuk, termasuk dari Desa Sidaharja. Firdaus juga mengaku sudah menerima aduan pelaksanaan pilkades di sejumlah desa lain dengan permasalahan yang hampir sama, seperti banyaknya kertas suara yang dinyatakan tidak sah karena kesalahan saat mencoblos.

“Saya minta Dispermasdes betul-betul serius menangani aduan-aduan yang masuk agar hak masyarakat tidak tercedarai,” katanya.

Kepala Dispermades Kabupaten Tegal Prasetyawan mengaku akan segera menindaklanjuti aduan tersebut. Namun, pihaknya juga akan melibatkan tim yang terdiri dari Assisten 1, Kabag Hukum dan Inspektorat. Hasilnya, akan diserahkan kepada Bupati Tegal.

“Nanti hakimnya Pak Bupati. Tapi kami tetap mengklarifikasi semua calon, saksi, panitia, dan pengawas pilkades,” ucapnya.

Untuk diketahui, pilkades di Desa Sidaharja Kecamatan Suradadi diikuti empat calon dengan calon nomor urut 2 memperoleh suara terbanyak. Sementara calon nomor urut 4 menempati posisi kedua dengan selisih 11 suara. (yer)

Facebook Comments