Radar Pendidikan

Ayo Ngur-nguri Budaya Lokal

Ayo Ngur-nguri Budaya Lokal

DOLANAN – Para siswa SD tengah memainkan dolanan tradisional dalam lomba dolanan tradisional yang digelar Disdikbud Batang, Selasa (14/11).
NOVIA ROCHMAWATI / RADAR PEKALONGAN

*Lomba Dolanan Tradisional

BATANG – Ratusan pelajar di Batang diajak nguri-nguri budaya lokal. Diantaranya dengan mengikuti kegiatan Lomba Dolanan Tradisional yang digelar Disdikbud, Selasa (14/11). Kegiatan ini diikuti oleh 15 tim mewakili tiap kecamatan yang ada di Batang. Rencananya ini bakal digelar hingga Kamis (16/11) di Pendopo Kab Batang.

“Kami harap generasi muda Batang ini bisa nguri-nguri budaya lokal daerahnya. Salah satunya dolanan tradisional yang kini sudah mulai tergantikan dengan berbagai mainan modern,” terang Sekretaris Disdikbud Batang, Drs Darsono MM.

Kepala Bidang Kebudayan Disdikbud Batang, Kustantinah SE menjelaskan, lomba dolanan tradisional ini sudah menjadi event rutin yang digelar bidang kebudayaan. Pasalnya di satu sisi pihaknya ingin mengenalkan dolanan tradisional yang sudah mulai ditinggalkan generasi muda sekarang. Mereka lebih sering berkutat dengan gadget daan permainan modern lainnya.

Dijelaskan, padahal dolanan tradisional sendiri punya banyak manfaatnya. Salah satunya untuk menjaga tali silaturahmi dengan sesama. Dengan memainkan dolanan bersama-sama juga dapat melatih kerja sama dan kekompakan anak-anak.

“Dolanan tradisiona ini banyak sekali nilai positifnya. Apalagi dalam lomba ini tak hanya disajikan bentuk dolanannya seperti apa saja. Tapi juga menyajikan kesenian musik tradisional dan penggunaan bahasa daerah. Jadi kami harap dengan ini anak bisa lebih kenal dan kemudian makin mecintai kesenian tradisional,” terangnya.

Selain kegiatan ini, pihaknya juga akan menggelar beberapa kegiatan. Salah satunya lomba mendongeng yang diharap dapat menyadarkan orang tua sekarang untuk lebih sering mendongeng. Alih-alih memberikan gadget ke anaknya.

“Kami ke depan juga ada lomba dongeng untuk guru-guru. Dengan itu kami harap mendongeng kembali membudaya di masyarakat Batang. Selain itu kami harap tahun depan ada program semacam ini yang bisa menyentuh anak-anak paud. Sehingga sejak dini mereka sudah kenal akan kesenian dan budaya tradisional kita,” tandasnya. (nov)

Penulis: Novia Rochmawati | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments