Metro Pekalongan

Ponpes Alquran Buaran Wisuda 100 Santri

Wisuda Santri

WISUDA – Sejumlah santri Ponpes Alquran Buaran saat menjalani prosesi wisuda yang digelar bersama dengan peringatan Nuzulul Quran di Gedung HA Djunaid, Selasa (5/6) malam.
M. AINUL ATHO’

KOTA PEKALONGAN – Ponpes Alquran Buaran, melakukan prosesi wisuda kepada 100 santri yang terdiri dari 85 santri khatam bil ghoib juz amma, empat santri khatam binnadlor 30 juz, dan 11 santri khatam bil ghoib 30 juz.

Dalam momentum wisuda kali ini, juga diberikan penghargaan atau reward kepada wisudawan terbaik yakni atas nama Indi Fitriani dari Tegal. Kegiatan yang digelar di Gedung HA Djunaid, Selasa (5/6) malam itu, sekaligus digelar peringatan Nuzulul Quran bersama qoriah nasional Muammar ZA dan Habib Novel bin Muhammad Alaydrus dari Solo yang didapuk sebagai pembicara.

Ketua Yayasan Ponpes Alquran Buaran, M Andy Arslan Djunaid mengatakan, peringatan nuzulul quran di Ponpes Alquran Buaran selalu diperingati dengan caranya sendiri yaitu sekaligus dengan wisuda santri. Hal itu dilakukan sebagai bentuk rasa syukur bahwa Ponpes Alquran Buaran mampu mendidik santri dengan baik.

“Yang tidak kalah penting, peringatan yang selalu dilaksanakan setiap tahun ini sebagai bentuk mengenang sejarah berdirinya ponpes ini. Dimana sudah ribuan santri yang hafal Alquran lulus dari Ponpes Alquran Buaran yang sudah puluhan tahun dilaksanakan,” tutur Andy.

Keberadaan pondok pesantren, lanjut Andy, menjadi salah satu benteng pendidikan bagi anak-anak generasi muda di era globalisasi. Dimana saat ini, ancaman teknologi informasi yang sedemikian maju berpengaruh besar terhadap perkembangan anak. “Dengan Alquran, kita bisa membentengi anak-anak kita dan bisa mencegah dari hal-hal yang tidak baik,” katanya.

Namun Andy juga mengingatkan bahwa pendidikan Alquran kepada anak-anak, tidak hanya menjadi kewajiban pondok pesantren saja, melainkan kewajiban semua elemen masyarakat. “Ini kewajiban semua umat. Kewajiban orang tua dan masyarakat untuk ikut mendidik anak-anak. Jika sudah bersentuhan dengan Alquran, sudah menjadi tugas kita bersama memberikan pembelajaran Alquran kepada anak-anak kita,” pesan Andy.

Walikota Pekalongan, Moch Saelany Machfudz dalam sambutannya mengatakan, apa yang dilaksanakan oleh Ponpes Alquran Buaran tersebut mencermikan religiusitas Kota Pekalongan yang aktif dalam memperingati peringatan hari besar Islam. Ia juga sepakat bahwa keberadaan Ponpes merupakan salah satu benteng bagi anak-anak dalam menghadapi era globalisasi.

“Era globalisasi ini kedepan memberikan ancaman besar. Dampaknya sudah banyak seperti yang sudah kita rasakan bersama-sama, seperti dampak pornografi, dampak narkoba dan dampak lain yang justru menurunkan akhlak anak-anak. Sehingga kita akan kembali ke pesantren sebagai sebuah lembaga yang tidak hanya membentuk orang pinter tapi juga bener,” tuturnya.

Pemkot Pekalongan, dikatakan Walikota, menyambut baik event-event dengan nuansa keagamaan yang digelar. Ia bersyukur di lingkungan tempat Ponpes Alquran Buaran juga banyak lembaga pendidikan bernuansa agamis. Dalam waktu dekat, Pemkot juga akan mendorong berdirinya lembaga pendidikan Al Azhar.

“Disini akan menjadi sentra pendidikan keagamaan yang kuat. Semuanya dibentuk dalam rangka menghadapi tantangan kedepan. Dengan banyaknya lembaga pendidikan keagamaan, maka bisa membentengi generasi Kota Pekalongan dan mencetak kader-kader dengan nilai Qurani serta membentuk anak-anak dengan akhlakul karimah,” tandasnya. (nul)

Facebook Comments