Pedagang akan Ditata Sesuai Zonasi

by
Interior Pasar Batang
INTERIOR - Panataan interior di pasar Batang saat ini sudah selesai dan bisa segera dipergunakan.
Interior Pasar Batang
INTERIOR – Panataan interior di pasar Batang saat ini sudah selesai dan bisa segera dipergunakan.

Pedagang Daging dan Bumbu Masak di Lantai 2

Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) akan memberlakukan sistem Zonasi untuk penempatan pedagang di Pasar Batang yang telah selesai dibangun ulang.

Kabid Pasar Disperindagkop dan UKM Kabupaten Batang, Edy Joko Priyanto menyampaikan, sebelum membuat zonasi, pihaknya telah melakukan pendataan para pedagang sesuai dengan jenis dagangan mereka.

“Ini sudah ada pendataannya, (pedagang) sayurnya berapa, buahnya berapa. Kemudian juga ada yang bumbu-bumbu berapa,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (15/11).

Nantinya, kata dia, lantai satu akan ditempati oleh para pedagang dengan jenis dagangan seperti peralatan rumah tangga, konveksi, dan lain sebagainya. Sedangkan di lantai dua, akan ditempati oleh para pedagang daging, bumbu masak, sayur sayuran, buah buahan, snack ringan, dan bahan pokok lainnya.

“Untuk dagangan daging, akan kita jadikan satu (satu lorong-red), tidak kita campur dengan dagangan lain. Sedang untuk pedagang sayur mayur, tempe, tahu, buah dan bumbu masak akan kita campur, tidak kita jadikan satu. Karena apabila kita jadikan satu, akan timbul persaingan,” terangnya.

Sementara itu disampaikan oleh salah seorang pedagang sembako di pasar Batang sementara, Sri Hastutik (39) bahwa dirinya bersama dengan enam pedagang lainnya masih belum puas terhadap keputusan yang diambil oleh Disperindagkop terkait proses perpindahan.

“Pedagang lain mungkin sudah menerima, karena mendapatkan ruko sesuai posisi awal ketika mereka berdagang. Sedangkan kami harus berpindah posisi, karena adanya perluasan pasar untuk kantung parkir,” jelasnya.

Hastutik menerangkan, keenam pedagang tersebut adalah toko Emas Berkah, toko Sriyati, toko Munawir alias Bagio, dan toko Pakaian. Awalnya toko mereka berada di depan, menghadap ke utara. Namun sekarang, toko mereka akan dtempatkan di sisi timur menghadap ke selatan.

“Kami takut posisi baru tersebut membuat dagangan kami sepi pembeli. Karena mengingat lokasi yang tidak strategis,” ungkapnya.

Lanjutnya, dalam rentang waktu tersisa sebelum pembersihan pasar paling lambat 15 Desember 2017 nanti. Dirinya berupaya untuk meminta kepada pihak Disperindagkop agar dapat memperoleh ruko dengan posisi yang lebih strategis.

“Sejak pindah ke pasar sementara ini, omset toko saya turun 85 persen. Selama ini, pedagang telah bersabar. Dan pindah ke pasar baru adalah harapan kami para pedagang agar jualanan lebih laku seperti dulu lagi,” tandasnya. (fel)

Penulis: M. Dhia Thufail & Redaktur: Dony Widyo