Metro Pekalongan

Anak Yatim dari Yayasan Arrisalah Dibekali Marketing Online

Anak Yatim Marketing Onine

WORKSHOP – Anak-anak yatim dari Yayasan Arrisalah diberi bekal workshop online marketing.

KOTA PEKALONGAN – Agar nantinya para anak yatim piatu yang diasuh Yayasan Arrisalah memiliki bekal ketrampilan berwirausaha, pihak yayasan setempat menyelenggarakan workshop online marketing bagi anak yatim di kantor yayasan setempat, Sabtu (2/5).

Dalam kegiatan tersebut, pihak yayasan menghadirkan narasumber dari Online Marketer Group (OMG) dan IMNU Pekalongan. Anak yatim diajari riset produk, membuat toko online, otomatisasi toko online, dan tips trik jualan laris.

Pengurus yayasan setempat, Rimazun berharap kepada anak yatim yang mengikuti workshop itu, ketika dewasa bisa menjadi generasi yang mandiri. “Kami dorong para ank yatim untuk memaksimalkan kreativitas menjadi aktivitas ekonomi produktif. “Kegiatan ini diikuti oleh anak yatim yang mempunyai kemauan kuat untuk berwirausaha,” terangnya.

Menurut Rimazun, kegiatan workshop itu akan membuka wawasan anak yatim untuk berani memulai sebuah usaha. Ia mengemukakan juga ingin mengubah pola pikir anak muda bahwa pekerjaan itu tidak harus selalu dicari, tapi diciptakan. Apalagi dengan teknologi internet, pemasaran produk dan jasa menjadi lebih mudah. “Apalagi saat ini jumlah pengguna internet (netizen) terus meningkat. Tren belanja melalui internet juga terus meningkat,” ungkap Rimazun.

Rimazun menyebut, pasar utama pemasaran produk dan jasa berbasis internet adalah kelas menengah yang melek teknologi. “Ini pasar yang besar, karena itu kami dorong anak-anak untuk memanfaatkannya,” ujar dia.

Ditempat terpisah, Walikota Pekalongan HM Saelany Machfud menambahkan, dengan pemasaran berbasis internet, penyebaran produk dan jasa bisa semakin mudah.

“Termasuk pemasaran produk-produk khas Pekalonan yang kini sedang banyak diminati,” ungkapnya.

Walikota menambahkan, workshop marketing online ini juga sebagai salah satu cara untuk menjawab masalah ketersediaan lapangan pekerjaan di daerah. Sebab ketersediaan lapangan kerja diakui belum sebanding dengan jumlah lulusan sarjana yang membutuhkan pekerjaan setiap tahunnya. “Kalau satu anak muda berwirausaha bisa membuka lapangan kerja bagi lima orang, maka kalau ada seratus anak muda sudah 500 orang yang mendapat pekerjaan. Cara-cara seperti ini akan terus kita dorong,” kata Walikota lagi. (dur)

Facebook Comments