Hobi Ikan Hias, Beromset 20 Jutaan per Bulan

by
Doni Hendrianto
GHUPY - Doni Hendrianto menunjukkan salah satu ikan andalannya. M FURQON FS
Doni Hendrianto
GHUPY – Doni Hendrianto menunjukkan salah satu ikan andalannya.
M FURQON FS

BATANG – Hobi mendatangkan rezeki nyatanya tidak hanya menjadi isapan jempol semata. Seperti Doni Hendrianto misalnya, pria kelahiran asli Kabupaten Batang ini mampu mengumpulkan omset rata-rata Rp20 Juta per bulan dengan hobinya bermain ikan hias.

Ditemui di kediamannya, Kasepuhan Batang, beragam ikan hias dari berbagai jenis membuktikan eksistensinya dalam mengolah hobi yang kini menjadi bisnisnya tersebut.

Berbagai kejuaraan dari berbagai kontes pun diraihnya. Baik Regional, Nasional, bahkan Internasional pun pernah menjadi koleksinya. Yang paling terbaru kejuaraan Nasional Jogja Guppy kontes tahun 2018 yang berlangsung tanggal 6 Mei 2018. S1 Ekonomi tersebut berhasil menjuarai juara 1. Di kelas Albino Solid.

Event Jogja Guppy Kontes 2018 tersebut merupakan salah satu event yang saya favoritkan. Dalam event tersebut tidak sekadar kontes ikan Guppy saja, tetapi juga ada Forum diskusi antar Perwakilan Komunitas Guppy dari Segala penjuru Kota di Tanah air dengan tema Guppy Indonesia Forum #1.0 For Worldwide Recongnition. “Biasanya peserta kontest dari luar jawa Rata-rata hanya ikannya saja yang dikirimkan, tapi tidak di Kontes Guppy Jogja,” papar Owner July Aquarium Batang tersebut.

Kini melalui gerai ikan hias July Aquariumnya, Doni mampu menunjukkan bahwa hobi bisa menjadi salah satu pekerjaan yang cukup menjanjikan. Diakuinya penjualan ikan hiasnya tersebut mampu menghasilkan pendapatan rata-rata Rp20 Juta per bulannya.

Tidak hanya melalui penjualan domestic, July Aqurium juga mampu menembus pasar ekspor. Ia pernah menembus angka 75 Dollar untuk penjualan sepasang ikan andalannya, Guphy Albino Full Red, Leopard dan Blue Dragon. Kini pasar ekspor asia bahkan eropa menjadi salah satu ladang penghasilannya. “Malaysia, Taiwan, dan Romania menjadi salah satu peminat terbaik kami,” ungkapnya.

Berawal di tahun 2001-2002 dimana tahun tersebut ikan hias Louhan sedang naik daun, Doni memulai bisnianya dengan membuka July Aquarium. “Awalnya hanya iseng bikin aquarium sendiri. Ternyata tidak bocor dan banyak peminat. Kemudian nekat memulai berjualan aquarium dan juga ikan Louhan yang sedang naik daunya pada saat itu.”
Kemudian ikan lain khususnya Guppy yang hingga kini menjadi andalan kami. Fokus kami pilih ke ikan Guppy karena pertimbangan ikan tersebut merupakan salah satu ikan hias populer, banyak digemari penghobi tak terbatas umur. Perawatannya pun juga mudah.

Saat ini guppy sedang naik daun, makin hari makin banyak bermunculan komunitas penggemar guppy di kota, sehingga sangat bagus jika kita ingin memulai bisnis guppy saat ini. “Melalui kontes-kontes yang diadakan harga jual Guphy bisa melejit. Dari harga lokal Rp3.000an bahkan bisa ratusan hingga jutaan rupiah per ekornya,” paparnya.

Sempat kuliah dan merampungkan pendidikan S1 ekonomi, namun Dony tetap memilih menjalankan bisnis ikan hiasnya bersama istrinya dan anak-anaknya. Melalui hobinya tersebut, nyatanya ia mampu membiayai kuliah S1 nya, hingga membangun toko ikan hias dan memperbesar lahan bisnisnya. (fqn)