Senderan Tower Seluler Longsor, 4 KK Mengungsi

by
Senderan Tower Seluler Longsor, 4 KK Mengungsi
LONGSOR - Senderan tower seluler di Dusun Serang Derongisor Mojotengah longsor, 4 KK Mengungsi DOKUMEN
Senderan Tower Seluler Longsor, 4 KK Mengungsi
LONGSOR – Senderan tower seluler di Dusun Serang Derongisor Mojotengah longsor, 4 KK Mengungsi
DOKUMEN

WONOSOBO – Senderan tebing sepanjang 20 meter dengan tinggi 8 meter,di Dusun Serang Derongisor Mojotengah ambrol kemarin sore. Tidak ada korban dalam peristiwa itu, namun ambrolnya senderan tersebut membuat panic warga setempat lantaran berada di kaki tower seluler .

Sebanyak empat kepala keluarga yang tinggal di sekitar tower seluler telah mengungsi karena ketakutan. Sementara reruntuhan matrial longsor yang menutup jalur mojotengah –watumalang telah dibuka. “Longsor terjadi senin sore, tidak ada korban, tapi warga sekitar menjadi takut karena tower sudah tidak punya pijakan yang kuat, berpotensi ambruk,” ungkap Kades Derongisor Sudik kemarin.

Menurutnya, longsor di kaki tower seluler tersebut dipicu oleh pembangunan senderan di bawahnya, kemudian di guyur hujan deras. Sudah lama kondisi longsor itu dikhawtirkan oleh pihak desa dan juga masyrakat dusun serang karena posisi senderan sudah melengkung. “Jadi sudah ada sender, tapi posisinya akan ambruk, kemudian dibongar untuk dibangun kembali, tapi kemarin sore tebingnya ambrol, dan menutup jalan utama mojotengah-watumalang,” katanya.

Ambrolnya tebing tersebut juga membuka pola kontruksi kaki tower seluler yang terlihat rapuh dan membahayakan. Tower setinggi 72 meter itu sudah dalam kondisi yang tidak lagi memiliki pijakan kuat untuk berdiri. “Posisi tower seperti menggantung, melihat situasi itu warga semakin takut,” imbuhnya.

Camat Mojotengah, Muhkhamat Najib mengatakan bahwa, pemerintah kecamatan sudah terjun langsung melakukan pemantuan di lokasi longsor, kondisi sangat membahayakan. Sebab senderan yang longsor persis berada di bawah tower seluler. “Kita sudah memediasi antar pihak, yaitu pemerintah desa, kadus serang dengan pihak pengelola tower, ” ucapnya.

Dari hasil mediasi, pihak ketiga akan melanjutkan proses pembangunan senderan dan membangun dasaran kaki tower yang longsor. Namuan kondisi kekuatan tanah dan pola kontruksi yang akan dijalankan perlu mendapatkan pengawasan dari dinas teknis.

“Prosesnya akan bersama-sama kita awasi, sedangkan untuk empat kepala keluarga diungsikan sementara waktu,” katanya.

Sementara itu, Kalakhar BPBD Wonosobo Prayitno mengemukakan bahwa ada sejumlah langkah yang akan dilakukan untuk mengatisipasi potensi ambruknya tower seluler setinggi 72 meter itu. Salah satunya BPBD akan membuat peringatan dini atau EWS secara manual. “Kita akan pasang EWS manual dan juga mengatisipasi dengan pemasangan tiang pancang,” katanya.

Diakui dengan longsornya dudukan dan senderan tersebut posisi tower sudah sangat membahayakan, karena bisa hilang keseimbangan,disisi lain berada di dekat pemukiman warga, bahkan terdapat masjid dan pos kampling yang berada masuk dalam radius 70 meter dari tower. “Saya kira itu diawasi bersama, saya sudah koordinasi dengan pihak desa,” pungkasnya. (gus)