Bekali Mahasiswa Dengan Ilmu Agama

by
Bekali Mahasiswa Dengan Ilmu Agama
BHAKTI SOSIAL - Salah satu kegiatan bhakti sosial Stikes Muhammadiyah Kendal berupa pemeriksaan kesehatan gratis. AKHMAD TAUFIK / RADAR PEKALONGAN
Bekali Mahasiswa Dengan Ilmu Agama
BHAKTI SOSIAL – Salah satu kegiatan bhakti sosial Stikes Muhammadiyah Kendal berupa pemeriksaan kesehatan gratis.
AKHMAD TAUFIK / RADAR PEKALONGAN

KENDAL – Sebagai salah satu amal usaha dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kendal, sudah seharusnya Stikes Muhammadiyah Kendal mengedepankan pendidikan agama selain akademik. Pengaplikasian tersebut, ada waktu mengaji setiap hari bagi para mahasiwanya dan juga latihan berdakwah.

Hal itu dibenarkan oleh Ketua Stikes Muhammadiyah Kendal, Sulastri. Kata dia, sebagai salah satu sekolah tinggi yang berbasis agama Islam sudah selayaknya dalam kegiatan perkuliahan wajib disisipkan nilai-nilai agama. Dalam hal ini yang diterapkan pihaknya adalah kewajiban membaca Alquran setiap bagi sebelum kuliah dimulai. Selain itu ada juga latihan dakwah yang kemudian dilanjutkan praktek ceramah bergantian saat sholat berjamaah.

“Budaya membaca Alquran setiap pagi sudah lama kami lakukan di Stikes Muhammadiyah Kendal dengan tujuan sesuai dengan visi misi selain itu juga sebagai pembeda antara Stikes Muhammadiyah Kendal dengan sekolah tinggi lainnya. Hal ini bagi kami wajib karena membaca Alquran bukan hanya sebatas saat SMA saja namun harus sampai mati bagi seorang muslim, pemahaman agama tidak hanya saat SMA saja namun sampai kapanpun jika kita umat islam,” ungkapnya.

Disisi lain, pemahaman tentang agama yang baik akan membentuk karakter mahasiswa yang religius dan bermartabat sehingga dapat berkontribusi baik dalam dunia kerja tidak hanya secara akademik saja melainkan perilaku serta moralnya juga baik. Apalagi saat ini paham radikalisme sedang santernya diperangi agar tidak semakin menyebar.

“Kami kuatkan pemahaman agama para mahasiswa dengan latihan berdakwah kemudian saat sudah siap mereka akan bergantian menjadi penceramah dalam sholat berjamaah mereka. Hal itu kami lakukan juga untuk menghindari para mahasiswa terpapar paham radikalisme yang sangat berbahaya.Tentunya kami berharap bahwa lulusan kami menjadi lulusan yang berkompeten, bermartabat dan juga islami,” pungkasnya.(fik)

Penulis: Akhmad Taufik | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito