Pesantren Diminta Ikut Proaktif Memproduksi Konten Positif Tangkal Radikalisme

by
Dari Silaturahim dan Buka Bersama Menkominfo di PM Tazakka
PESAN DAMAI – Menkominfo, Rudiantara, mengajak umat Islam untuk menyebarkakn konten-konten positif di dunia maya di hadapan ribuan umat yang menghadiri silaturahim dan buka bersama di Tazakka, kemarin. AKHMAD SAEFUDIN / RADAR PEKALONGAN

*Dari Silaturahim dan Buka Bersama Menkominfo di PM Tazakka

Pondok Modern (PM) Tazakka kembali membuktikan kualitasnya sebagai sebagai perekat umat sekaligus rumah besar Umat Islam. Melalui kegiatan silaturahim dan buka puasa bersama yang dipusatkan di Masjid Az Zakky, Ahad (20/5), ribuan orang dari berbagai latar belakang berhasil dihimpun dengan semangat kemaslahatan umat dan bangsa. Akhmad Saefudin, Batang

Dari Silaturahim dan Buka Bersama Menkominfo di PM Tazakka
PESAN DAMAI – Menkominfo, Rudiantara, mengajak umat Islam untuk menyebarkakn konten-konten positif di dunia maya di hadapan ribuan umat yang menghadiri silaturahim dan buka bersama di Tazakka, kemarin.
AKHMAD SAEFUDIN / RADAR PEKALONGAN

Acara rutin tahunan yang digelar setiap Ramadhan itu selalu ramai dan gegap gempita. Bahkan, meski diagendakan mendadak, kapasitas Tazakka dalam bersinergi dan berkolaborasi pun teruji. Terbukti, silaturahim dan buka puasa kemarin dihadiri Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Rudiantara, Bupati Batang, Forkompinda, santri dan walisantri dari 21 provinsi, marbot, muadzin dan imam masjid, toga tomas, perwakilan ormas dan masyarakat.

Takk kurang dari 3.800 orang hadir di Tazakka. Pimpinan PM Tazakka, KH Anizar Masyhadi, mengatakan, kedatangan Rudiantara adalah mewakili Ketua Umum DMI yang juga Wakil Presiden RI, HM Jusuf Kalla.

“Pak Wapres berhalangan hadir karena ada agenda kenegaraan di Turki, sehingga beliau mengutus Pak Rudiantara untuk hadir ke Tazakka. Di struktur DMI, Pak Rudiantara sebagai salah seorang ketua” kata Gus Anizar.

Acara dibuka dengan sambutan Bupati Batang. Selain menyampaikan ucapan selamat datang kepada Menkoimfo, Wihaji juga memperkenalkan Kecamatan Bandar yang diproyeksikan akan tumbuh pesat sebagai pusat pendidikan. “Keberadaan Tazakka dengan jejaring nasional dan internasional lalu disusul kampus Undip akan menjadikan Bandar tumbuh pesat sebagai kota pendidikan,” ucapnya.

Pimpinan Pondok KH Anang Rikza Masyhadi, MA menegaskan bahwa forum pertemuan seperti itu sangat mahal karena semua elemen umat dapat berkumpul dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. “Ini wujud ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah sekaligus” tandasnya.

Ibarat orang sedang shalat berjamaah, kata Kiai Anang, shaffnya yang lurus dan rapat, supaya tidak diisi oleh setan.

“Kata Rasul, shaf shalat yang renggang bisa diisi oleh setan, itu artinya perintah supaya shaffnya rapat. Nah, dalam konteks kebangsaan, kita ini sedang berjamaah, maka kalau shaff kebangsaan kita rapat, maka setan-setan provokator yang ingin memecah-belah bangsa ini tidak bisa masuk” tamsilnya.

Menkominfo RI Rudiantara S Stat MBA dalam wejangannya mengungkapkan kekhawatiran akan munculnya kelompok kelompok radikal dan teroris akibat konten-konten paham radikalisme dan terorisme di dunia maya. Karena itu, dia berharap pesantren bisa berperan aktif menyebarkan konten-konten positif untuk mengcounter balik konten yang mengandung paham radikalisme dan terorisme.

“Saya berharap dari pesantren ini bisa membuat konten-konten positif. Saya bisa fasilitasi dengan sistem. Saya minta bantuan pesantren bikin konten-konten yang bisa menggambarkan Islam yang sesungguhnya, dan saya janji untuk memfasilitasinya,” ungkapnya bersemangat.

Kemenkominfo bahkan menargetkan semua pesantren dan lembaga pendidikan lainnya akan berbasis internet di tahun 2022. “Jadi nanti semua pesantren akan saling terkoneksi satu sama lain” imbuhnya.

Acara silaturahim dan buka puasa itu dikemas dengan baik dalam satu rangkaian buka puasa dan santunan bagi dhu’afa dan yatim piatu serta tali asih dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi imam muadzin dan marbot masjid, serta donor darah.

Panitia bahkan menyiapkan 4000 box nasi dan ta’jil, serta sekitar 1000 parsel tali asih untuk dibagikan kepada para dai, imam, muadzin dan marbot masjid serta dhuafa. Hadir semua elemen organisasi kemasyarakatan, seperti NU, Banser, Muhammadiyah, Kokam, Kiai-kiai Muda Jawa Tengah, FKPPI, FPI, Pemuda Pancasila, Srikandi, HNSI, Pagar Nusa, Gojukai, LBH Lindu Aji, GMBI, Barisan Roban, dan lainnya.

Gus Anizar menambahkan, bertemunya semua elemen masyarakat di Tazakka ini akan semakin merekatkan ukhuwah sekaligus menyinergikan dan mengkolaborasikan berbagai potensi untuk meraih kemajuan bersama. “Sesuai tagline, Tazakka adalah perekat umat, yang terus bergerak dalam kegiatan pendidikan, sosial, dakwah dan kemasyarakatan dalam rangka membina simpul ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah kebangsaan,” ucapnya.

Ketua panitia, Aminuddin, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu dalam suksesnya acara silaturahim dan buka puasa bersama di Tazakka. (*)

Penulis: Akhmad Saefudin | Radar Pekalongan
Redaktur: Doni Widyo