Benda Cagar Budaya Dapat Penanganan Sementara

by
Benda Cagar Budaya
PENGAMAN SEMENTARA – Sejumlah benda cagar budaya di bekas kantor Dinas Pariwisata kemarin telah ditutupi terpal untuk perlindungan sementara. AKHMAD SAEFUDIN
Benda Cagar Budaya
PENGAMAN SEMENTARA – Sejumlah benda cagar budaya di bekas kantor Dinas Pariwisata kemarin telah ditutupi terpal untuk perlindungan sementara.
AKHMAD SAEFUDIN

Disdikbud Siapkan Perlindungan Jangka Panjang

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mengambil langkah cepat guna merespon pemberitaan ihwal keberadaan sejumlah benda cagar budaya (BCB) di bekas kantor Dinas Pariwisata yang tak terlindungi di tengah aktivitas rehab kantor itu. Kemarin, sekitar puluhan BCB yang ditempatkan di bagian dalam dan luar bangunan telah dibungkus dengan terpal untuk perlindungan sementara.

“Terima kasih kepada para pecinta benda-benda cagar budaya yang telah sudi mengingatkan kami. Alhamdulillah, hari ini (kemarin –red) kami telah menindaklanjutinya dengan memberikan cover pengaman sementara,” ungkap Kepala Disdikbud Kabupaten Batang, Rahmat Nurul Fadilah SPd MSi, Selasa (14/11) sore.

Diakui Rahmat, penanganan itu masih bersifat sementara. Benda-benda yang menyimpan sejarah peradaban tua Batang itu kemarin dibungkus dengan terpal, sehingga bisa terlindungi dari percikan semen, cat, atau material lainnya yang bisa mengurangi keasliannya saat ditemukan.

“Kita sedang menyiapkan solusi jangka panjang guna memastikan benda-benda bernilai sejarah tinggi itu terlindungi dan termanfaatkan dengan semestinya. Mau tidak mau memang harus dipindah agar lebih aman. Tetapi pemindahan itu harus kita siapkan betul, kita kaji dulu, termasuk jika memang harus dievakuasi ke kantor Disdikbud. Artinya, kalaupun nanti harus dipindah, semuanya sudah ready,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa kalangan mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi BCB di yang kurang mendapatkan perlindungan meski tengah ada aktivitas pembangunan. Beberapa benda bersejarah itu dibiarkan terbuka tanpa pelindung, seperti yoni, arca nandi, kala (atasan candi), hingga lumpang.

Menurut Rahmat, mengingat Kabpaten Batang dinilai kaya dengan warisan situs dan benda-benda cagar budaya, maka harus ada solusi jangka panjang untuk melindungi warisan masa lalu tersebut. Salah satu opsi paling mungkin dan rasional adalah membangun museum.

“Tetapi karena pembuatan museum itu butuh persiapan panjang dan anggaran yang besar, maka berbagai opsi lain yang memungkinkan harus kami lakukan, termasuk rencana mengevakuasi benda-benda cagar budaya ini ke gedung Bapera. Ini masih wacana, karena rencananya Bapera akan pindah kantor. Selain itu, kita juga tengah menyiapkan peti untuk rumah benda cagar budaya agar aman dari benturan. Saat ini barangnya masih dalam proses pembuatan,” jelas Rahmat. (sef)

Penulis: Akhmad Saefudin & Redaktur: Dony Widyo