Ditolak Warga, Pemakaman Teroris Tunggu Fatwa MUI

by
Ditolak Warga, Pemakaman Teroris Tunggu Fatwa MUI
PENJAGAAN - Anggota Satbrimobda Jatim, melakukan penjagaan di area kamar jenazah RS Bhayangkara Polda Jatim, Jumat (18/5). Polda Jatim menyerahkan tiga jenazah pelaku pengeboman di Rusunawa Sidoarjo, kepada pihak keluarga. ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA
Ditolak Warga, Pemakaman Teroris Tunggu Fatwa MUI
PENJAGAAN – Anggota Satbrimobda Jatim, melakukan penjagaan di area kamar jenazah RS Bhayangkara Polda Jatim, Jumat (18/5). Polda Jatim menyerahkan tiga jenazah pelaku pengeboman di Rusunawa Sidoarjo, kepada pihak keluarga.
ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA

*Tiga Jasad Terduga Sudah Diambil Keluarga

SURABAYA – Pemkot Surabaya masih menunggu keputusan dan fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait pemakaman terduga teroris yang ditolak warga. Hal tersebut sebagai tindak lanjut adanya penolakan warga dengan penutupan liang lahat jenazah terduga teroris yang hendak dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jarak, Jalan Putat Jaya, Surabaya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, telah mengirim surat kepada MUI meminta solusi atau pun fatwa soal penolakan pemakaman terduga teroris tersebut. “Kami tunggu fatwa MUI biar mudah menjelaskan ke warga,” terangnya, Jumat (18/5).

Dia mengungkapkan, langkah ini merupakan alternatif satu-satunya untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Sebab, dirinya pun tidak berani mengambil keputusan saat memperoleh informasi tersebut. “Biar tidak ada gesekan antar warga dan kondisi kondusif,” ucapnya.

Sampai saat ini, Wali Kota Risma masih menunggu hasil fatwa MUI yang akan dikeluarkan. “Tunggu ya kami juga meminta bersabar dengan kondisi saat ini,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah ada alternatif lain yang disiapkan Pemkot sebagai pengganti TPU Putat Jaya yang ditolak warga, Risma enggan berkomentar. “Nanti saja kita tunggu,” jelasnya

.

Seperti diketahui, warga di sekitar makam Putat Gede, Jarak, Kecamatan Sawahan menolak rencana jasad teroris bom di Surabaya. Jasad terduga teroris keluarga Dita Oeprianto dan lima keluarganya ditolak untuk dimakamkan di kawasan tersebut.

PEMAKAMAN BELUM JELAS

Dari pusat DVI Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Kombes Pol Frans Barung Mangera Humas Polda Jatim mengatakan jika sampai Jumat (18/5) sudah ada pengembalian tiga jenazah terduga teroris ke keluarga.

“Kami hari ini (JumaT,18/5) menyampaikan hasil identifikasi ke keluarga untuk di makamkan. baru hanya tiga jenazah yang kami serahkan,” ujar barung, Jumat (18/5).

Adapun data terduga teroris yang kembalikan jenazahnya ke keluarga yakni

Anton Ferdianto, 46, Sari Puspita Rini, 47, dan Helia Aulia Rahman, 18, Perempuan, semuanya asal Manukan Kulon Blok 19 H 19, yang tewas saat di Rusunawa, Wonocolo, Sidoarjo.

Ke tiga korban adalah satu keluarga yang terjaring dalam penggerebegkan Minggu, (13/5) malam. Dalam penggerebekan tersebut, diantaranya polisi menembak mati, dan satu meledakkan diri ditempat.

Barung mengatakan, baru tiga jenazah yang diambil oleh keluarganya untuk dimakamkam. Sementara jenazah yang lain akan disampaikan secepatnya.

Sekitar pukul 14.45, jasad dibawa dengan tiga buah ambulans beriringan dan dikawal dengan penjagaan ketat dari pihak keamanan Polda Jatim. Ambulans satu per satu antre mengambil jasad yang disimpan di dalam reefer container.

Sementara itu prosesi pengambilan jenasah terlihat ditemani satu orang anggota keluarga yang enggan namanya dikorankan. Hingga saat ini belum diketahui dimana tempat pemakaman jenasah ketiga terduga teroris tersebut akan disemayamkan oleh pihak keluarga.

Sedangkan dari 13 jenazah terduga teroris yang berada di RS Bhayangkara, saat ini tinggal 10 jenazah masih diambil oleh pihak keluarga. Oleh karena itu pihaknya sampai saat ini masih menunggu kepastian dari keluarga.

Tak Ingin Kampungnya Ternoda

Warga rame-rame menolak pemakaman jasad terduga teroris karena tak ingin kampungnya namanya ikut ternoda. Mereka tak mau dikait-kaitkan karena ada pemakaman jasad terduga teroris.

Yati, salah satu warga mengatakan sejak adanya kabar pemberitaan jasad teroris akan dikubur di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Putat Gede dirinya dan warga lainnya langsung menolak. ” Kami semua sepakat menolak. Sebab dikhawatirkan kampung kami juga ikut berkesan negatif,” tandas Yati, yang kesehariannya jadi juru parkir di area TPU Putat Gede, Jumat (18/5).

Untuk itu warga sempat kaget saat tiba-tiba di TPU Putat Gede ada penggalian liang lahat untuk tujuh jasad. Kepala Kantor Makam Putat Gede, Mujiono mengatakan jika di TPU Putat Gede dengan luas 13,6 hektar, selain untuk makam umum untuk semua agama, juga biasa dipakai untuk mayat tanda identitas.

“Jadi segala keputusan kami tinggal melaksanakan perintah, untuk diuruk kembali dari tujuh liang yang sudah digali,” ujarnya. (vga/gin/jef/rud)