Ribuan Ekstasi Diselundupkan dalam Pembalut

by
Ekstasi Diselundupkan dalam Pembalut
SELUNDUPAN - Petugas Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta menunjukkan tersangka barang penyelundup ekstasi Bang Siew Yee (27) dan barang bukti 1.470 butir pil ekstasi saat rilis di Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (17/5). ADRIANTO/INDOPOS
Ekstasi Diselundupkan dalam Pembalut
SELUNDUPAN – Petugas Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta menunjukkan tersangka barang penyelundup ekstasi Bang Siew Yee (27) dan barang bukti 1.470 butir pil ekstasi saat rilis di Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (17/5).
ADRIANTO/INDOPOS

*Pelaku WN Malaysia

TANGERANG – BS,27, warga negara Malaysia ditangkap petugas keamanan di Bandara Soekarno-Hatta setelah berusaha menyelundupkan ribuan pil ekstasi yang disembunyikan dalam pembalut yang dikenakannya.

Kepala Bea Cukai Bandara Soetta, Erwin Situmorang, Kamis (17/5) mengatakan bahwa penangkapan terhadap BS berawal dari kecurigaan petugas dengan cara jalan tersangka yang tidak normal. Kecurigaan itu juga diperkuat dengan bungkusan plastik yang dipegang oleh penumpang Batik Air rute Kuala Lumpur-Jakarta itu tiba-tiba hilang.

“Dari sana petugas langsung menggeledah dan memeriksa tubuh pelaku. Ternyata dia membawa pil yang sudah dibungkus dengan plastik dan disembunyikan pada selangkangan. Jenis pilnya adalah MDMA atau biasa disebut ekstasi,” ujar Erwin kepada INDOPOS saat ditemui di Bandara Soetta.

Saat digeledah, lanjut Erwin, pihaknya menemukan 1.470 butir pil ekstasi yang dibungkus BS dalam pembalut yang dikenakan. Agar tidak terdeteksi oleh petugas, BS menggunakan perekat kayu untuk menutupi plastik berisi pil berbahaya tersebut. Akan tetapi karena tak rata ditutup, membuat barang haram itu mengganjal di sela paha pelaku. “Jadi susah lah jalannya, dan kalau pun cacat tidak mungkin jalannya sebentar bagus sebentar pincang,” ucapnya.

Menurutnya, modus penyelindupan yang dilakukan BS ini merupakan gaya baru.

“Ini merupakan modus yang tidak biasanya. Baru kali ini ditemukan penyelundupan ekstasi disembunyikan dalam pembalut. Biasanya itu sabu saja,” ujar Erwin.

Dari keterangan pelaku, sambung Erwin, ribuan ekstasi itu hendak diantarkan ke sebuah hotel di bilangan Jakarta Utara. Pihaknya pun langsung berkoordinasi dengan Polres Bandara Soetta untuk memburu sang pemesan. “Kami minta bantuan ke polisi untuk melakukan controlled delivery. Ini dilakukan agar jaringan mereka ditangkap semua. Tetapi sampai sekarang belum mendapatkan apapun,” imbuhnya.

Kapolres Bandara Soetta, AKBP Victor Togi Tambunan mengaku jika pihaknya masih terus memburu jaringan narkoba Malaysia tersebut. Bahkan proses pengumpulan keterangan kepada pelaku masih terus dilakukan tim penyidik. Mereka juga akan berkoordinasi dengan kepolisian Malaysia untuk menangkap jaringan BS tersebut.

“Belum tahu siapa pemesannya di Jakarta Utara. Saat dihotel BS dihubungi seseorang dengan nomor telepon berkode Malaysia. Pelaku hanya diminta menyimpan ekstasi ini di kamar hotel dan kemudian menitipkan kunci kamar kepada resepsionis,” paparnya.

Tak sampai di situ, lanjut Victor, BS diperintahkan sang bandar untuk segera kembali ke Malaysia dengan alasan kondisi keamanan. Apalagi sang pemesan ekstasi itu akan mengambil barang tersebut. Namun, sampai batas waktu check out hotel berakhir, pihaknya tak mendapati siapa pemesan ribuan ekstasi tersebut.

“Tim memutuskan untuk membawa BS dan barang bukti kembali ke kantor untuk proses penyidikan. Kami sudah mengantongi nama bandarnya di Malaysia. Tinggal menunggu koordinasi dengan kepolisian di sana,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya, BS dijerat Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman untuk WNA Malaysia ini adalah hukuman penjara seumur hidup atau mati.

Sementara, BS menuturkan berani menerima pekerjaan ini karena diiming-imingim mendapatkan upah besar. Yakni akan diberikan uang tunai 3 juta ringgit oleh bos ekstasi jika berhasil mengirimkannya ke Indonesia. Bahkan semua akomodasinya itu ditanggung oleh sang bandar besar. “Saya ni haya disuruh kirim barang saja. Tak tahu kalau ini jadi masalah dan saya ditangkap petugas bandara Indonesia,” tuturnya.(cok)