Habib Luthfi Ingatkan untuk Saling Mengenal Dalam Perdamaian

by
Ultah Habib Luthfi

Ultah Habib LuthfiDalam Ultah ke-70

Hampir dipastikan setiap tanggal 10 Nopember di Noyontaan Gang 7 Pekalongan yang tak lain adalah di rumah Habib Luthfy bin Yahya selalu ramai diadakan kegiatan yang bertajuk Peringatan Hari Pahlawan.

Namun, sesungguhnya acara yang sedang berlangsung pada Jum’at malam (10/11) adalah tasyakuran Ulang Tahun (Ultah) Habib Muhammad Luthfi bin Hasyim bin Yahya, yang merupakan Rais Aam Idaroh Aliyah Jam’iyyah Ahlit Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (Jatman), seorang Mursyid Thariqah sekaligus tokoh panutan umat tidak hanya lingkup Pekalongan saja, akan tetapi tokoh yang sudah mendunia.

Ultah yang ke-70 itu diselenggarakan berlangsung sangat khidmat, meski cukup sederhana namun cukup meriah. Hal itu terlihat dari tamu-tamu yang hadir antara lain Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono, Danrem 071/Wijaya Kusuma Kolonel Inf Suhardi mewakili Pangdam IV/Diponegoro.

Tampak juga hadir Kepala Biro Kesra Propinsi Jawa Tengah Drs Supriyono MM mewakili Gubernur, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi, Dandim dan Kapolres se-eks Karesidenan Pekalongan, Bupati dan Walikota Pekalongan serta ratusan undangan khusus lainnya.

Acara yang diawali dengan menyanyikan lagu indonesia raya, ya lal wathon, padamu negeri dan syukur oleh paduan suara IAIN Pekalongan membuat suasana yang cukup tenang dan khidmat didukung cuaca yang sangat bersahabat. Puluhan karangan bunga ucapan selamat ulang tahun ke 70 berjajar rapi di sepanjang Gang 7 dari berbagai kalangan menghiasi acara malam tasyakuran.

Kapolda Jawa Tengah dalam sambutannya mengatakan, Habib Luthfi adalah sosok yang langka di Indonesia, dan beliau adalah tokoh yang selalu membuat dingin dan adem di Jawa Tengah khususnya. “Makanya kita harus selalu menjaga agar Habib Luthfy dikaruniai umur yang panjang serta sehat wal afiat,” ungkapnya.

Habib Luthfi yang didaulat untuk memberikan tausiyah berpesan, kita sesungguhnya satu, makanya yang hadir dalam acara tersebut sangat komplit mewakili berbagai golongan, etnis dan kelompok agama. Semuanya bersama-sama mensyukuri atas nikmat karunia yang diberikan Allah SWT kepada bangsa dan negara Indonesia, serta mensyukuri peringatan Hari Pahlawan dan semata-mata agar kita tidak melupakan sejarah. “Kegiatan dan tasyakuran ini sesungguhnya bukan untuk ulang tahun saya yang kebetulan jatuh pada tanggal 10 Nopember, akan tetapi semata-mata mengingatkan kepada kita tentang hari pahlawan agar kita sebagai bangsa yang tidak melupakan sejarah,” tuturnya.

Habib Luthfi sangat prihatin terhadap kondisi bangsa mengapa mulai lunturnya kepercayaan dan kecintaan kepada Republik Indonesia, tidak lain karena diakibatkan memudarnya beberapa sejarah yang sebenarnya menjadi tulang punggung dan cerminan setiap bangsa.

Dikatakan, apa yang pernah dilakukan oleh Hadratus Syeikh KH Hasyim Asy’ari tentang resolusi jihad, sesungguhnya juga dilakukan oleh negara lain cuma dengan cara yang berbeda.

Habib Luthfi berpesan agar makna “li ta’arafu” tidak dipahami secara tektual semata, akan tetapi lebih dari itu untuk saling mengenal dalam perdamaian. Jika hal ini bisa dilakukan, ia yakin tidak ada yang namanya peperangan di muka bumi ini. (way)

Penulis: Wahyu Hidayat & Redaktur: Abdurrahman