Radar Kendal

Siswa Deklarasi Budaya Damai

Siswa Deklarasi Budaya Damai

TANDATANGANI – Ribuan siswa, penyelenggara pemerintahan dan pendidikan, melakukan aksi deklarasi penandatanganan deklarasi budaya damai di sekolah dan madrasah.
NUR KHOLID MS / RADAR PEKALONGAN

*Di Sekolah dan Madrasah

KENDAL – Ribuan siswa SMA/SMK, Madrasah negeri, dan swasta, di Kabupaten Kendal mendeklarasikan budaya damai di sekolah dan madrasah. Deklarasi diikuti penyelenggara pemerintahan dan lembaga pendidikan dengan menandatangi kain putih sepanjang 30 meter di Alun-alun Kendal, Rabu (16/5).

Deklarasi dilakukan untuk menjaga NKRI, memperkuat rasa nasionalisme, menangkis intoleransi, radikalisme, bullying dan menghargai terhadap perbedaan suku, agama ras budaya. Deklarasi dibuka Wakil Bupati Kendal dan dihadiri Kepala Disdikbud Jawa Tengah/BP2MK Wilayah 1 Jateng, Kepala Disdikbud Kendal dan Kepala Kantor Kemenag Kendal.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Kendal Masrur Masykur berpesan kepada guru untuk meningkatkan kewaspadaan dan memberi perhatian lebih kepada anak didik agar tidak mudah terpengaruh ke ajaran yang sesat.

“Peran guru-guru untuk bisa meningkatkan kewaspadaan terutama untuk mendidik pelajarnya agar tidak mudah dibujuk atau terpengaruh oleh situasi yang membahayakan,” kata dia.

Senada diungkapkan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Basyar Rahman. Kata dia, kegiatan bertujuan untuk mengajak seluruh elemen pendidikan yang berada di kawasan Kabupaten Kendal saling mendamaikan tanpa adanya kekerasan dilingkup sekolah.

“Ini bentuk ikhtiar dari seleruh elemen pendidikan di Kabupaten Kendal untuk dalam rangka mendamaikan sekolah, madrasah dan masyarakat untuk menerapkan anti bullying, anti kekerasan, anti teroris termasuk anti tawuran agar terwujud kedamaian di lingkungan sekolah,” kata dia.

Sementara Ketua MGMP PAI, Fahrur, mengatakan, dalam pergaulan antara manusia baik di masyarakat maupun di sekolah, sepatutnya budaya damai harus dilihat sebagai esensi baru kemanusiaan. Peradapan global baru mesti didasarkan kesatuan internal dan keanekaragaman eksternal. Dalam konteks ini maka penyebaran budaya damai akan mempengaruhi kerangka pikir (mindset) yang dibutuhkan dalam rangka perubahan mengandalkan kekuatan paksaan (forse) kepada akal budi dari konflik dan kekerasan menjadi dialog dan damai.

“Dengan latar belakang itulah, pentingnya deklarasi budaya damai di sekolah dan madrasah ini. Tema deklarasi “Merajut Harmoni Meraih Prestasi”, dan diikuti sbanyak 2.500 siswa SMA/SMK di Kabupaten Kendal,” tukas dia. (nur)

Penulis: Nur Kholid Ms | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments