Pelabuhan Niaga Ditargetkan Bisa Menjadi Pelabuhan Pengumpan

by -
Pelabuhan Niaga
PELABUHAN - Bupati Batang bersama Kepala Unit Penyelanggara Pelabuhan Kelas III Batang dan Kepala Dinas Pelabuhan Batang meninjau pelabuhan niaga Batang, kemarin.
Pelabuhan Niaga
PELABUHAN – Bupati Batang bersama Kepala Unit Penyelanggara Pelabuhan Kelas III Batang dan Kepala Dinas Pelabuhan Batang meninjau pelabuhan niaga Batang, kemarin.

BATANG – Infratruktur penunjang kemajuan daerah yang dimiliki Kabupaten Batang ke depannya dipastikan akan semakin lengkap. Pasalnya, selain dilalui jalur Pantura yang menjadi urat nadi transportasi nasional, saat ini juga sudah mulai dilakukan ujicoba operasional pelabuhan niaga. Disisi lain, bandara perintis juga tengah dipersiapkan untuk dibangun.

“Insyaallah kedepan infrastruktur yang dimiliki Kabupaten Batang akan semakin komplit. Untuk pelabuhan Niaga saat ini masih dalam tahap uji coba, dan menurut kajian Pemkab dari Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sdah tidak ada masalah. Dan Pemkab akan bersinergi dengan Pelabuhan agar ijin operasional cepat turun,” ujar Bupati Batang, Wihaji disela-sela mengunjungi Pelabuhan Niaga Batang, Selasa (15/5) sore.

Wihaji mengungkapkan, pihaknya berkeinginan untuk menjadikan pelabuhan niaga Batang menjadi pelabuhan pengumpan. Namun hal itu harus dilakukan sesuai dengan tahapan dan posedurnya, sehingga nantinya keberadaan pelabuhan akan bisa memiliki manfaat yang banyak bagi kesejahteraan masyarakat.

“Kita harus cek kesiapanya dan melakukan prosedur yang ditentukan secara bertahap, sehingga jika saat ini menjadi Pelabuhan Pengumpan Regional (PR), maka pada tahun 2020 bhisa kita usakan untuk naik menjadi Pelabuhan Pengumpan. Dan untuk saat ini dengan difungsikannya pelabuhan ini diharapkan bisa di manfaatkan masyarakat, pengusaha dan juga pemkab sendiri untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah,” jelas Wihaji.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Batang Capt. Hendrik Kurnia Adi mengatakan, Pelabuhan Niaga Kabupaten Batang dibangun di atas tanah seluas 6 hektare dengan dua dermaga yang kedalamannya mencapai 5,9 meter mampu menampung kapal tongkang kabut yang kapasitasnya maksimal 300 ft.

“Sesuai dengan hirarki jenis pelabuhan ada tahapan–tahapanya, ada pelabuhan lokal, pelabuhan pengumpan regional dan pelabuhan pengumpan. Dan tahap kita pengumpan regional antar provinsi, yang hirarkinya dua tahun kedepan hanya Batang Se-Jawa Tengah menjadi Pelabuhan Pengumpan (PP),” beber Hendrik Kurnia Adi.

Ditambahkan, jika nantinya sudah menjadi Pelabuhan Pengumpan, maka bisa digunakan untuk perdagangan internasional. “Kami harap pelabuhan Batang bisa dimanfaatkan secara optimal. Kami juga meminta ada dukungan yang sinergi dengan Pemrintah daerah untuk meningkatkan ekonomi yang menggabungkan antara Pariwisata, perdagangan, yang masih dalam tahap kajian, dan dua tahun kedepan Batang akan lebih baik dari sekarang. (don)