Dinkes Luncurkan Aplikasi E-Logis

by
E Logis
POTONG PITA - Bupati Batang, Wihaji meresmikan aplikasi E-Logis dalam upacara peringatan Hari Kesehatan nasional ke 53 di alun-alun Batang, Senin (13/11) NOVIA ROCHMAWATI
E Logis
POTONG PITA – Bupati Batang, Wihaji meresmikan aplikasi E-Logis dalam upacara peringatan Hari Kesehatan nasional ke 53 di alun-alun Batang, Senin (13/11)
NOVIA ROCHMAWATI

BATANG – Bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 53 Dinkes Batang meluncurkan aplikasi Elektronik Logistik Obat (E-Logis). Peluncuran aplikasi ini secara simbolis dengan pengguntingan pita oleh Bupati Batang, Wihaji dalam upacara peringatan HKN 2017, Senin (13/11) di Alun-alun Batang.

Selain peluncuran E-Logis dalam kegiatan ini turut diresmikan pula Puskesmas Siaga Kegawatdaruratan, Puskesmas Mampu Persalinan dan Kartu Batang Sehat. Wihaji berharap, inovasi program ini dapat meningkatkan kesehatan masyarakat Batang. Khususnya untuk menurunkan Angka Kematian Ibu dan Anak di Batang yang jumlah kini telah mencapai 16 kasus.

“Aplikasi E-Logis ini membuat ketersediaan obat jadi lebih transparan. Jadi kalau pun nanti expired juga bisa diketahui. Ini inovasi dari dinkes yang kemarin proposalnya mendapatkan juara 1 di Jawa Tengah. Kami juga harap 21 Puskesmas dapat siap siaga dalam mendukung kejadian kegawatdaruratan.Selain itu kami harap berbagai inovasi yang ada ini dapat menurunkan angka kematian ibu di Batang,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini, juga diberikan berbagai penghargaan kepada insan kesehatan di Batang. Penghargaan secara langsung diberikan oleh Bupati Batang. Seperti Antara lain Lomba Desa siaga tahun 2017, juara I diraih desa Pesalakan Kecamatan Bandar, juara II diraih desa Tulis Kecamatan Tulis, juara III diraih desa Dingo Kecamatan Wootunggal. Dan beberapa penghargaan lainnya seperti juara lomba posyadu, puskesmas pelopor persalinan HBS AG, Puskesmas Rawat jalan pelopor mampu bersalin 24 jam.

Kepala Dinkes Batang, dr Hidayah Basbeth menerangkan aplikasi E-Logis ini merupakan inovasi terbaru yang diluncurkan Dinkes Batang. Aplikasi ini sebelumnya mendapatkan juara 1 dalam Diklat Kepemimpinan tingkat provinsi.

E-Logis diharapkan dapat meminimalisir penggunaan kertas dalam pelaporan ketersediaan obat di Puskesmas. Dan data yang ada dalam E-Logis ini terintegrasi langsung dengan Dinkes. Sehingga memudahkan stok obat dapat lengsung terekam dengan sekali klik. Selain itu dalam aplikasi ini terdapat sms warning dari sistem untuk peringatan tanggal kadaluwarsa obat.

“Paling penting itu ada sms warning tentang masa kadaluwarsa obat. Jadi tiga bulan sebelumnya petugas akan mendapatkan warning. Ini menjadi salah satu jalan untuk mengurangi mubadzirnya obat karena terlanjur kadaluwarsa. Otomatis ini juga dapat mengurangi kerugian negara. Masyarakat juga tidak perlu khawatir stok obat kurang dan terlambat, karena kalau stok habis, akan segera ditambah lagi,” tandasnya. (nov)

Penulis: Novia Rochmawati & Redaktur: Dony Widyo