Politik

Mega Ancam Pejabat PDIP Jika Ganjar Kalah Pilgub Jateng

Mega Ancam Pejabat PDIP Jika Ganjar Kalah Pilgub Jateng

APEL SIAGA – Megawati memberi santiaji atau arahan kepada 70 ribu kader PDIP Jawa Tengah dalam apel siaga di Stadion Manahan Solo, Jumat (11/5) sore.
DETIKCOM

Solo – Sebanyak 70 ribu kader PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Tengah mengikuti apel siaga di Stadion Manahan, Solo, Jumat (11/5). Puan Maharani hadir sebagai inspektur upacara.

Naik mobil golf, Puan hadir bersama Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Menko PMK Kabinet Kerja tersebut mengenakan seragam merah-hitam, sedangkan Mega mengenakan seragam hitam-hitam.

Selain Puan, Ganjar Pranowo juga berada di atas panggung bersama Plt Gubernur Jateng, Heru Sudjatmoko. Ganjar dalam apel ini ditunjuk membacakan ‘Dedication of Life’ karya Bung Karno.

Beberapa anggota DPR yang hadir, antara lain Maruarar Sirait dan Aria Bima. Hadir pula Calon Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin yang duduk di jajaran kader PDIP lain di atas panggung.

Dalam kesempatan ini, Puan menyampaikan bahwa Indonesia akan melangsungkan agenda penting selama dua tahun ini. Para kader partai berlambang banteng itu diminta siap menghadapinya.

“Kita menghadapi tantangan baru, politik tanpa etika, politik menghalalkan segala cara, hoaks, politisasi agama, menyebarkan kebencian lewat media sosial,” kata Puan.

Dia juga mengintruksikan para kader PDIP untuk menjaga soliditas.

“Soliditas adalah kunci. Apel siaga ini untuk merapikan langkah dan barisan, menyamakan arah dan pandangan kita,” ujar dia, seperti dilansir detikcom.

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, mewanti-wanti seluruh kadernya untuk memenangkan Pilgub Jateng 2018. Dia menyiapkan hukuman ini bagi pimpinan PDIP yang daerahnya mengalami kekalahan.

Hal tersebut dia sampaikan saat memberi santiaji atau arahan kepada 70 ribu kader PDIP Jawa Tengah dalam apel siaga di Stadion Manahan Solo, Jumat (11/5/2018) sore.

Awalnya, Mega mengancam pimpinan PDIP di daerah akan ‘disembelih’ jika gagal memenangkan Ganjar Pranowo-Taj Yasin dalam kontestasi 27 Juni 2018 mendatang.

“Awas kalau tidak menang, pimpinan tak sembelih kabeh (saya sembelih semua). Ranting-ranting harus semuanya siap. Itu baru PDIP,” kata Mega disambut sorak-sorai massa kadernya.

Beberapa saat kemudian, dia kembali mengingatkan kadernya untuk bersiaga saat pencoblosan nanti. Kader harus memantau TPS hingga penghitungan suara berakhir.

“Kalau Pak Ganjar dan Taj Yasin tidak menang mau diapakan ya?” tanya Mega kepada kader.

“Siapa yang tempatnya kalah, tak pecat pemimpinnya. Iki saiki wis dadi bos (Ini sekarang sudah jadi bos). Mestinya mereka ada di bawah sana, membawa kalian ke tempat masing-masing. Itu yang namanya banteng ketaton,” kata Mega sambil menunjuk para pejabat PDIP. (dtk)

Facebook Comments