Dukung Visit Batang, Pemda Diminta Glontorkan APBD

by
Bimtek Pariwisata
BINTEK – Bimbingan Teknis sosialisasi program promosi pariwisata Indonesia di Pasar Eropa, di Hotel Sendang Sari, Batang. M Dhia Thufail
Bimtek Pariwisata
BINTEK – Bimbingan Teknis sosialisasi program promosi pariwisata Indonesia di Pasar Eropa, di Hotel Sendang Sari, Batang.
M Dhia Thufail

BATANG – Guna menyukseskan program tahun kunjungan wisata 2022, pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang diharapkan mampu mengglontorkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Jika pemerintah Kabupaten Batang serius mewujudkan program Visit Batang 2022, maka harus segera berbenah dan bertindak. Jangan hanya berupa wacana saja. Bisa dengan mengglontorkan dana APBD untuk mendukung iklim wisata,” ungkap dikatakan Anggota DPR RI Komisi X, Marlinda Irwanti saat menjadi pembicara dalam gelaran Bimbingan Teknis Sosialisasi Program promosi Pariwisata Indonesia di Pasar Eropa, di hotel Sendangsari Batang, Selasa (8/5).

Dana APBD itu, kata Marlinda, minimal bisa untuk membenahi maupun membangun infrastruktur daerah yang dianggap berpotensi dalam mewujudkan destinasi wisata baru.

“Jika dana APBD nya 1,3 maka paling tidak bisa diambilkan 20 persennya dari dana tersebut untuk mendukung penuh pembangunan Wisata. Terutama untuk pembenahan insfrastruktur pendukung, seperti jalan dan fasilitas lainnya,” pintanya.

Ia mengatakan, bahwa pihaknya juga akan memberikan dukungan untuk menyukseskan program Bupati dan Wakil Bupati Batang tersebut. Dengan menyalurkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar bisa masuk ke Batang.

“Kita akan usahakan untuk menyalurkan dana APBN. Namun demikian, Pemkab harus dapat meyakinkan kita atau setidaknya harus ada blueprint terkait gambaran wisata di Batang mau di apakan,” katanya.

Kedepan, pihaknya dan Kementerian Pariwisata berharap agar program Pemkab Batang ini harus sukses dan berhasil.

“Sekarang kita banyak diberi kemudahan untuk mempromosikan suatu produk, dengan industri digital. Oleh karenanya, saya kira Pemkab dan masyarakat Batang harus memasarkan wisata wisata yang ada melalui dunia digital tersebut, agar lebih cepat tembus di pasar Eropa,” ucapnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran II Regional IV, Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan bahwa pihaknya juga melihat adanya potensi wisata di Kabupaten Batang untuk tembus di pasar Eropa.

“Banyak potensi wisata di Batang yang dapat ditawarkan ke pasar Eropa, seperti wisata alamnya, tradisi dan budayanya, serta wisata pantainya. Hanya butuh dikembangkan dan diviralkan saja,” jelasnya.

Ia berpesan, agar ada dukungan dari stageholder di lingkungan Pemkab Batang dengan memunculkan kreatifitas kreativitas untuk mengembangkan wisata di Batang.

“Stageholdernya harus bahu membahu, tentunya bukan hanya dinas pariwisata saja, tapi juga dinas dinas yang lain juga. Karena pariwisata itu adalah multi sektoral. Sehingga masyarakat maupun media juga bisa ikut bahu membahu dalam pengembangan pariwisata. Dan saya kira Batang siap untuk dipromosikan di pasar Eropa,” tandasnya. (fel)