Tingkatkan Potensi Wisata, Paguyuban Sumbawan Dikukuhkan

by -
Sumbawan
PENGUKUHAN - Pengurus Paguyuban Sumbawan dikukuhkan oleh Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olah Raga (Dinparbudpora) Kota Pekalongan, Tjuk Kushendarto, Kamis (3/5) di Balai Kalongguh, Krapyak Kidul Gang 8, Kota Pekalongan. LAILATUL MAFIYAH
Sumbawan
PENGUKUHAN – Pengurus Paguyuban Sumbawan dikukuhkan oleh Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olah Raga (Dinparbudpora) Kota Pekalongan, Tjuk Kushendarto, Kamis (3/5) di Balai Kalongguh, Krapyak Kidul Gang 8, Kota Pekalongan.
LAILATUL MAFIYAH

KOTA PEKALONGAN – Paguyuban Sumbawan yang dirintis oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti yang beranggotakan pemuda Krapyak Kidul dikukuhkan oleh Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olah Raga (Dinparbudpora) Kota Pekalongan, Tjuk Kushendarto, Kamis (3/5) di Balai Kalongguh, Krapyak Kidul Gang 8, Kota Pekalongan.

Kepala Dinparbudpora Kota Pekalongan, Tjuk Kushendarto menyampaikan bahwa semua ini dalam rangka mewujudkan kampung wisata budaya di Kampung Sumbawan.

“Tujuan peningkatan destinasi wisata, tentunya untuk meningkatkan kesejahteraan warganya pula. Kampung Sumbawan ini setiap tahun selalu ada event besar seperti lopisan. Ini menarik para wisatawan. Kedepannya saya berharap akan ada inovasi, dan modifikasi seperti kuliner lopis yang dibuat beraneka rasa seperti yang dimodifikasi mahasiswa STP Trisakti. Sehingga masyarakat akan mampu melihat potensi pemasaran kuliner di Sumbawan,” ucapnya.

Pembina Paguyuban, Eko Kalungguh menghrapkan kepada generasi pemuda ini ada peningkatan kualitas dan kreativitas untuk meningkatkan potensi wisata di sini. Kampung Sumbawan sebagai destinasi wisata memiliki kegiatan kultur dan karakter makanan khas. “Kedepannya para pengurus harus semangat untuk mengenalkan Kampung Sumbawan ini. Dengan segala sumber dayanya, semoga warga turut peduli terhadap kebudayaan. Ini menjadi satu harga diri dan kehormatan yang harus dibawa dengan integritas,” ungkap Eko.

Ketua Paguyuban Sumbawan, Fauzi Mustofa mengaku akan menjalankan program banyak untuk mengenalkan tradisi dan kekayaan kuliner di Sumbawan seperti Kue Coro, Lupis, Miso. Ini sebagai salah satu bentuk pariwisata budaya. “Ketika ada momentum di sini, kami ingin pengunjung betah berkunjung, acara yang dibuat tidak monoton. Dengan adanya paguyuban, kami ingin membuat pengelolaan yang teratur. Selain memperat tali persaudaraan. Kami tidak memandang apapun. Selain mengangkat kuliner kami juga tidak akan menghilangkan kearifan lokal yang ada,” beber Fauzi.

Ketua Pelaksana KKN STP Trisakti, Yuwana menyampaikan dalam perpisahan ini, ia menginginkan untuk meninggalkan kenangan. “Tujuan kami untuk mengembangkan pariwisata di kampung Sumbawan ini dengan bersosialisasi mengenai sapta pesona, penghijauan, dan kebersihan, kami lakukan pendekatan yang membuat masyarakat antusias terhadap kegiatan kami.”

“Dengan paguyuban ini kami ingin masyarakat berubah mainset agar keseharian mereka lebih meningkat ,sehingga menyadari potensi wisata di tempat tinggalnya. Selain itu, sadar pula mengenai lingkungan seperti tidak membuang sampah sembarangan. Target satu bulan ke depan kami dapat kabar gembira mengenai peningkatan di kampung sumbawan,” pungkasnya. (mg4)