Digembleng Kewirausahaan

by -
SMK Muhammadiyah Karanganyar
SELEKSI - SMK Muhammadiyah Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, bekerja sama dengan PT Phapros Tbk menggelar seleksi rekruitmen tenaga kerja. TRIYONO
SMK Muhammadiyah Karanganyar
SELEKSI – SMK Muhammadiyah Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, bekerja sama dengan PT Phapros Tbk menggelar seleksi rekruitmen tenaga kerja.
TRIYONO

Meskipun mendapat bekal kemampuan kejuruan yang memadai, SMK Muhammadiyah Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, tetap menggembleng siswanya dengan jiwa kewirausahaan. Dengan kegiatan tersebut, diharapkan mereka setelah lulus bisa menciptakan lapangan kerja sesuai dengan kemampuan yang diperoleh di sekolahan.

Hal itu diungkapkan Kepala SMK Muhammadiyah Karanganyar, Laila Hidayati, di sela-sela school hearing PT Phapros Tbk. Kata dia, SMK Muhammadiyah Karanganyar berdiri sejak tahun 2008. Ada empat jurusan di sekolah kejuruan ini, yakni jurusan Farmasi, Teknik Komputer dan Jaringan (TIK), Teknologi Laboratorium Medik, dan jurusan Tata Boga. Untuk saat ini, lanjut dia, total terdapat 760 siswa di SMK ini.

Alumni SMK Muhammadiyah Karanganyar, memiliki kemampuan untuk langsung diserap di dunia kerja. Selain para alumni aktif mencari pekerjaan sendiri, pihak sekolahan juga menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan dalam membantu para alumni SMK untuk mendapatkan pekerjaan. Salah satunya untuk alumni jurusan Farmasi menjalin kerja sama dengan perusahaan obat.

“Pada pagi ini ada rekrutmen dari PT Phapros Tbk. Ini diikuti 93 peserta dari berbagai SMK, di antaranya dari SMK Muhammadiyah Karanganyar, SMK Bardan Wasalamah Batang, SMK Yapenda 2 Wiradesa, SMK Muhammadiyah Lebaksiu Brebes, SMK Muhammadiyah Bligo, dan SMK Asyairiyah Limpung,” terang Laila Hidayati.

Diakuinya, persaingan dunia kerja saat ini cukup ketat. Oleh karena itu, selain mempersiapkan kemampuan kejuruan yang baik, siswa di SMK Muhammadiyah Karanganyar juga dibina jiwa kewirausahaannya. Sehingga mereka memiliki skill siap kerja, juga memiliki kemandirian untuk mengembangkan usahanya sendiri. Hal ini sesuai dengan visi misi sekolah tersebut.

“Muatan-muatan kewirausahaan kita masukan dalam pelajaran di sekolah. Kita kembangkan sesuai dengan jurusan yang ada,” katanya.

Ia mencontohkan, untuk jurusan TIK, para siswa dilatih untuk memiliki kemampuan berwirausaha yang sesuai dengan keilmuannya tersebut, di antaranya pembuatan stiker dan sebagainya, dan servis online. Sedangkan untuk jurusan Farmasi, lanjut dia, lebih banyak dalam pembuatan obat herbal atau jamu herbal dan sejenisnya.

Apalagi minuman-minuman herbal sekarang peluangnya juga bagus, karena banyak diminati masyarakat. Untuk jurusan Tata Boga juga sudah siapkan berbagai program wirausaha, apalagi bisnis kuliner cakupannya lebih luas. (yon)